Home Ekonomi Pipa Tertutup, Pertamina Mulai Alirkan BBM Cilacap-Bandung

Pipa Tertutup, Pertamina Mulai Alirkan BBM Cilacap-Bandung

Cilacap, Gatra.com – Pertamina berhasil menutup sumber kebocoran pipa CB-1 (Cilacap-Bandung) untuk mengalirkan BBM jenis solar dan premium ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bandung Grup dan TBBM Tasikmalaya, Rabu (9/10). 

Senior Supervisor Communication and Relations Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jawa Tengah, Arya Yusa Dwichandra mengatakan, pada Selasa pukul 23.00 WIB, Pertamina berhasil memasang klem atau alat penjepit. Kemudian, pukul 24.00 WIB, dilakukan uji coba. Hasilnya, sudah mulai tidak ada rembesan atau bocoran. 

Selanjutnya, Rabu pagi, pukul 04.00 WIB, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lomanis Cilacap sudah mulai mengalirkan minyak dengan tekanan normal atau flowrate sebanyak 105 kiloliter per jam ke TBBM Bandung Grup dan TBBM Tasikmalaya.

“Saat ini, pipa sudah tertutup. Uji coba semalam sudah dilakukan. Maksudnya, uji coba dari kemarin sudah dilakukan, tetapi semalam sudah fix, sudah normal. Sebanyak 105 kiloliter dari TBBM Lomanis,” katanya, dihubungi Gatra.com, Rabu (9/10).

Menurut dia, BBM bisa mengalir normal di pipa sepanjang lebih dari 100 kilometer dan sampai ke TBBM Tasikmalaya tanpa kendala. Sejak Rabu pagi pukul 04.00 WIB hingga saat ini, pipa CB1 sudah mulai berfungsi kembali.

“Tidak ada rembesan atau kebocoran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, proyek kali ini adalah pemasangan pipa tambahan dari sebelumnya yang sudah ada. Sebelumnya, Pertamina mengalirkan BBM dari TBBM Lomanis ke TBBM Bandung dengan pipa CB1 dan CB2. Kebocoran kemarin terjadi pada pipa CB1, atau yang tertua.

“Itu kan sebelumnya kan sudah ada, dengan kode CB1 dan CB2. Nah, ini kita mau menambahkan [pipa] dengan diameter yang lebih besar. Hanya saja, tadi, kalau biasanya proyek yang sebelumnya sudah ada itu risikonya lebih tinggi,” jelasnya.

Arya Yusa menuturkan, meski sudah berfungsi dengan normal, tetapi masih membutuhkan waktu untuk memulihkan pipa hingga bisa tertimbun dan tertutup. Saat ini, tim Pertamina dan KSO Hutama Karya-PT Timas Suplindo selaku pihak ketiga atau kontraktor pembangunan pipa, masih memantau kekuatan pipa agar lebih memastikan kondisi pipa kembali normal dan aman.

“Masih terbuka. Menunggu benar-benar aman, baru kita tutup,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Pertamina dengan DLH Cilacap dan kepolisian masih menyelidikinya. Selanjutnya, Pertamina berfokus pada penanggulangan dampak kebocoran pipa BBM yang menyebabkan puluhan ribu liter solar merembes dan menyembur keluar, sehingga mencemari lingkungan sekitar.

“Penjelasannya nanti [diucapkan oleh] yang berwenang ya, kepolisian mungkin lebih tepat. Ini masih penyelidikan dan masih banyak spekulasi,” ucapnya.

913