Home Hukum Polri Sebut Abu Zee yang Menikahkan Abu Rara dan FA

Polri Sebut Abu Zee yang Menikahkan Abu Rara dan FA

 

Jakarta, Gatra.com - Terduga pelaku penyerangan  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, yakni SA alias Abu Rara, disebut berafiliasi dengan amir atau pimpinan jaringan teroris Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Bekasi, Abu Zee. Abu Rara disebut sebagai simpatisan, bukan anggota resmi JAD.

"Afiliasi ke JAD iya. Cuma di sini terlalu banyak kelompoknya. Kelompok Abu Zee, karena di situ ada tokoh sentral yang tertua bernama Abu Zee, maka dia menyebutkan nama kelompok Abu Zee. Tidak secara eksplisit dia men-declare bahwa 'saya adalah JAD Bekasi'," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Dedi menuturkan, Abu Rara dan Abu Zee tak pernah bertemu secara langsung. Keduanya hanya mengandalkan percakapan lewat media sosial atau jejaring komunikasi sekunder.

Adapun penyebab keduanya belum pernah bertemu secara langsung, karena kelompok Abu Zee yang sudah terlebih dahulu ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88. Kelompok yang berjumlah sembilan anggota itu disebut sudah siap melakukan amaliah atau serangan terorisme, seperti membeli bahan peledak dan merakitnya, hingga menentukan target sasaran.

Meski tidak pernah bertemu langsung, Abu Zee ternyata berperan besar di hidup Abu Rara. Ia menikahkan Abi Rara dan FA, yang belakangan diketahui turut ikut menyerang Wiranto.

Namun, Dedi tidak menjelaskan di mana pernikahan itu berlangsung hingga tempat tinggal pasti keduanya. Sebab Abu Rara kerap berpindah tempat setelah menikah.

"Jadi terdeteksi mulai di Sumatera, rumah singgah yang ada di Kediri. Baru dia ke Bogor, di sana ada penghubungnya, AS. Ketemu dengan Abu Zee. Setelah itu nikah, setelah nikah, dia pergi," paparnya.

Oleh sebab itu, setelah Abu Zee ditangkap Densus 88 medio September 2019 lalu, Dedi menyebut, Abu Rara mengalami tekanan hingga stres. Ia disebut nekat melakukan penyerangan terhadap pejabat secara spontan untuk memenuhi misinya.

"Begitu lihat ada helikopter turun, lalu ada massa mendekat ke helikopter. Lalu secara spontan dia membagi tugas dengan istrinya, 'saya menyerang pejabat itu'. Dia tidak terlalu mengenal pejabat itu. Dan istrinya juga disampaikan Abu Rara 'nanti kamu serang polisi yang terdekat dengan kamu'," pungkasnya. 

94