Home Gaya Hidup Grebeg Sudiro Perlambang Persatuan Etnis di Kota Solo

Grebeg Sudiro Perlambang Persatuan Etnis di Kota Solo

Solo, Gatra.com – Orang-orang berkerumun dan memadati depan Klenteng Tien Kog Sie, Solo, Minggu (19/1). Mereka menghadiri acara tahunan sebagai peringatan Imlek di kampung Sudiroprajan, Grebeg Sudiro.

Grebeg Sudiro ini merupakan karnaval simbol akulturasi budaya antara etnis China dan etnis Jawa dan terjadi di kampung Sudiroprajan.

Berbagai macam perlambang etnis Jawa ditampilkan dengan Buto Gedruk, Jaran Kepang hingga Macan Sigrak. Sedangkan perlambang kebudayaan China disuguhkan barongsai, liong dan berbagai macam kostum yang idenik dengan kebudayaan Tionghoa.

Selain peserta dengan berbagai macam kostum, kirab juga membawa beberapa Jodang. Jodang utama merupakan jodang yang membawa kue keranjang yang jumlahnya 4.000 kue.

Kirab dimulai pada pukul 14.30 WIB dengan rute dari Pasar Gede menuju ke Jalan Jenderal Sudirman dan berlanjut ke Jalan Mayor Kusmanto.

Kemudian rombongan berbelok ke kiri di Jalan Kapten Mulyadi dan berlanjut di jalan RE Martadinata. Kemudian rombongan menuju ke Jalan Cut Nyak Dien dan berlanjut ke Jalan Juanda, dan kembali lagi di Jalan Urip Sumoharjo.

Saat pukul 16.30 WIB rombongan kirab sampai di Pasar Gede kembali. Sesampainya di depan panggung utama, kue keranjang menjadi rebutan bagi masyarakat.

Saking riuhnya aksi berebut, panitia terpaksa melemparkan kue keranjang dalam jumlah besar dari panggung kecil di bagian samping. Hal ini sebagai antisipasi agar tidak ada masyarakat yang terluka saat berebut.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya menyatakan bahwa Grebeg Sudiro merupakan perlambang persatuan dan keberagaman budaya di kota Solo. Dengan digelarnya Grebeg Sudiro ini diharapkan tercipta kerukunan untuk seluruh masyarakat kota Solo.

”Di sini (Kelurahan Sudiroprajan) merupakan bukti akulturasi budaya di kota Solo. Kami harapkan Grebeg Sudiro ini bisa menjadi perlambang bagi persatuan di kota Solo,” ucapnya.

520