Home Milenial Pemerintah Diminta Investasi di Dunia Pendidikan

Pemerintah Diminta Investasi di Dunia Pendidikan

Jakarta, Gatra.com - Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan bonus demografi yang terjadi di Indonesia bisa menjadi bencana demografi, apabila tidak ada langkah antisipasinya. Salah satu yang harus dipersiapkan dari sekarang yakni investasi di dunia pendidikan.

Sandi menyebut penduduk Indonesia yang tahun 2019 ini berusia 7 tahun, dan rata-rata mereka berharap bisa mengikuti pendidikan 12 tahun atau hanya hanya lulusan SMA- sederajat.

“Bonus demografi itu akan berubah menjadi bencana demografi kalau kita enggak bisa ubah bahwa mayoritas anak usia 7 tahun, ini cuma dapat pendidikan 12 tahun kedepan,” kata Sandi di Jakarta, Sabtu (11/7).

Sandi berharap pemerintah dan semua pihak benar-benar memikirkan masa depan mereka, sehingga bonus demografi menjadi peluang dan cita-cita Indonesia Emas 2045 terwujud.

“Mereka harus dapat kesempatan pendidikannya minimal sampai S1 (sarjana) selesai, dan sebagian S2 (magister) dan akhirnya S3 (doktor). Jadi bonus demografi itu bisa jadi bencana kalau kita gak invest di pendidikan. Jadi kita harus berikan kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan porsi tenaga kerja lulusan pendidikan menengah ke atas sangat minim. Hal itu disebabkan keterampilan dan skill set mereka yang sangat terbatas. Dengan adanya investasi di dunia pendidikan anak-anak saat ini akan memiliki kesempatan kerja yang berkulitas di 2045 mendatang.

“Jadi ini perlu kita tingkatkan sehingga di 2045 di Indonesia Emas mereka punya kesempatan untuk mendapatkan lapangan kerja baru dan berkualitas sesuai revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Sebelumnya, Sandi Uno mendorong agar anak-anak diajarkan berwirausaha atau entrepreneur sejak usia dini. Dibutuhkan guru atau pendidik yang juga berjiwa entrepreneur atau teacherpreneurship.

"Untuk melahirkan entrepreneur diperlukan sosok entrepreneur, yaitu para guru, para pendidik yang memastikan proses belajar-mengajar di anak-anak usia dini itu sudah memasukan konsep teacherpreneurship,” ujarnya.

Konsep teacherpreneurship ini adalah konsep di mana para guru mampu memberikan materi-materi terbaik dan berkualitas. Namun, juga memiliki waktu luang untuk bisa menginkubasi ide dari anak-anak didik.

“Kita harus mendorong jiwa kepemimpinan dalam setiap materi yang diberikan bahwa anak-anak kita ini akan menjadi generasi yang membawa Indonesia ke arah lebih baik lagi,” katanya.

Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi yakni jumlah penduduk usia produktif berusia 15-64 tahun, lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif pada pada 2030 mendatang.

Data Bappenas mencatat jumlah penduduk usia produktif ini diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

70