Home Kebencanaan Puluhan Titik Tanggul Sungai Rawan Jebol

Puluhan Titik Tanggul Sungai Rawan Jebol

Brebes, Gatra.com - Puluhan titik tanggul sungai di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kondisinya kritis atau rawan jebol. Perlu penanganan mendesak untuk mencegah terjadinya banjir.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) Abdul Ghoni Majdi mengungkapkan, 130 titik tanggul di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di wilayah BBWS Cimancis kondisinya kritis. "Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 titik berada di DAS wilayah Kabupaten Brebes," kata Abdul, Senin (18/1).

Abdul menjelaskan, 72 titik tanggul tersebut terdiri dari 11 titik di DAS Cisanggarung, 19 titik di DAS Kabuyutan, 11 titik di DAS Tanjung, 20 titik di DAS Babakan, dan 11 titik di DAS Kluwut.

Menurut dia, puluhan titik tanggul tersebut masuk kategori kritis karena kondisinya rusak, retak, tergerus, dan ketinggian atau ketebalannya tanggul berkurang akibat sendimentasi sungai. Kondisi ini rawan menyebabkan banjir jika debit air sungai meningkat.

"Yang masuk kategori kritis ini rawan limpas kalau curah hujan tinggi dan debit air sungai meningkat sehingga perlu perhatian semua pihak dan penanganan mendesak," jelasnya.

Adapun faktor penyebab kerusakannya menurut Abdul antara lain usai tanggul dan cuaca. Jumlah titik tanggul tersebut juga dimungkinkan bertambah karena intensitas hujan yang tinggi. "Kemungkinan titik kerusakannya bisa bertambah tapi harapan kami tidak ada," ujarnya.

Menurut Abdul, upaya penanganan sudah dilakukan di antaranya dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung berisi air, memperbaiki tembok penahan tebing, dan normalisasi sungai. Namun penanganan itu bersifat sementara karena keterbatasan dana operasi dan pemeliharaan.

"Kalau penanganan titik kritis itu sifanya hanya pemadam aja, untuk sementara. Kami lihat lokasi kritisnya, kami bikin skala prioritas, yang paling urgent kami tangani dulu," ucapnya.

Abdul mengatakan, penanganan yang permanen harus dilakukan mulai dari hulu ke hilir. Hal ini memerlukan kajian terlebih dahulu untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat dan komprehensif.

"Kalau permanen konsepnya komprehensif. Ada studi dulu, kemudian desain. Tidak sebatas di sistem sungai kaya normalisasi. Contohnya nanti bisa bikin cek dam untuk mengendalian sedimen atau bikin kolam retensi untuk parkir air sebelum masuk ke sungai," ujarnya.

Salah satu tanggul yang kritis yakni tanggul di Sungai Cisanggarung Desa Pekauman, Kecamatan Losari. Di beberapa titik, tanggul terkikis arus sungai sehingga lebarnya hanya menyisakan satu meter.

Warga setempat mengkhawatirkan kondisi tanggul yang sudah kritis tersebut sehingga berinisiatif membuat tanggul darurat dari karung yang diisi tanah, Minggu (17/1). Bersama TNI, Polri dan relawan bencana, warga bekerja bakti memasang karung berisi tanah itu di titik-titik tanggul yang rawan jebol.

Kepala Desa Pekauman Warno mengatakan, sebelum terkikis arus sungai, tanggul masih memiliki lebar hingga dua meter. "Karena terus kena arus sungai sekarang tanggulnya tinggal satu meter sehingga rawan jebol kalau debit air naik," kata Warno di sela kerja bakti.

287

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR