Home Kesehatan Penularan Covid Turun, Rudy Tepis Karena Dua Hari di Rumah

Penularan Covid Turun, Rudy Tepis Karena Dua Hari di Rumah

Solo, Gatra.com – Selama dua hari berturut-turut di kota Solo mencatat angka kesembuhan lebih tinggi dibandingkan angka penularan Covid-19. Namun penurunan angka penularan ini dipastikan bukan karena program dari pemerintah provinsi Jawa Tengah agar di rumah selama akhir pekan.

 

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menenakan jumlah penurunan kasus ini bukan karena program dua hari di rumah. Namun kesuksesan ini dikarenakan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama lebih dari dua pekan.

”Bukan karena dua hari di rumah, tapi kita sudah melaksanakan PPKM selama dua pekan lebih,” ucapnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (8/2).

Dari data Pemkot Solo, angka penularan kasus Covid-19 pada Minggu (7/2) ada 30 orang yang tertular, sedangkan angka kesembuhannya yakni 80 orang. Sementara pada Sabtu (6/2) hanya 15 orang yang tertular dan 119 orang yang sembuh. ”Data ini sudah dicatat Bappeda,” kata Rudy.

Rencananya Pemkot Solo akan melanjutkan program PPKM ini. Namun sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PPKM yang diberlakukan lebih bersifat mikro. Sehingga nantinya ada system lockdown, namun hanya untuk satu lingkungan tertentu dengan jumlah angka kasusnya lebih dari 10 rumah.

”Jadi saat ada 10 rumah yang terpapar, nanti kita lockdown. Segala pasokan kebutuhan warganya akan dicukupi, namun mereka tidak boleh keluar masuk. Hal ini seperti yang kita lakukan di Joyontakan pada bulan Mei lalu,” katanya.

Namun secara garis besar, pada PPKM Mikro ini akan lebih longgar dari aturan yang sebelumnya. Kali ini anak usia di bawah 15 tahun, ibu hamil dan lansia diperkenankan beraktivitas. Sebelumnya kelompok ini dilarang berada di tempat umum, pusat perbelanjaan hingga tempat wisata.

Termasuk pada aturan hajatan, saat ini lebih longgar karena pembatasan tamu bisa lebih banyak dari sebelumnya. ”Kalau yang kemarin hanya 300 orang, saat ini kita tambah dengan 500 orang. Tapi tidak boleh di rumah,” ucapnya.

Rumah makan juga mendapat kelonggaran. Saat ini kapasitas dinaikkan menjadi 50 persen dari daya tampung. ”Kemarin yang makan di tempat hanya seperempat, kini bisa jadi 50 persen. Makanya sekarang lebih dilonggarkan,” katanya.

161