Home Info Satgas Covid-19 Ide Ciamik Bidan Desa dan Senyum Lansia yang Divaksin

Ide Ciamik Bidan Desa dan Senyum Lansia yang Divaksin

 

Sragen, Gatra.com - Puluhan lansia terlihat bersemangat menanti armada jemputan ke puskesmas Tanon, Kabupaten Sragen, Jateng, untuk menjalani vaksinasi Covid-19 pada Selasa pagi (30/3). Armada itu bukanlah bus atau mobil, tapi kereta modifikasi yang diakrabi anak-anak dengan sebutan sepur klinci.

Nyaring bunyi lagu ceria yang keluar dari alat pengeras, menandakan sepur klinci mendekat. Para lansia yang sedari pagi menunggu di depan pintu rumahnya, bergegas merapat ke titik kumpul. Dua gerbong sepur klinci disiapkan bagi simbah-simbah asal Dukuh Bendo, Desa Karangasem Kecamatan Tanon. Gerbong depan buat duduk mbah putri  (nenek) sedangkan gerbong belakang untuk mbah kakung (kakek).

Sepur klinci dua gerbong itu sengaja disewa Puskesmas Tanon II dan pemerintah desa setempat supaya memudahkan antarjemput lansia yang akan divaksinasi. Maklum saja, kebanyakan hidup mandiri karena anak cucunya merantau ke kota. Sehingga tak ada yang mengantarkannya bepergian. Apalagi, jarak tempat tinggalnya ke puskesmas lumayan jauh, sekitar 2 kilometer.

"Mari mbah naik. Mbah kakung di gerbong belakang sedangkan mbah putri  duduk di gerbong depan. Setelah komplit baru kita berangkat," kata Bidan Desa Karangasem, Indriyani.

Bu bidan ini memandu para lansia naik sampai memastikan mereka duduk dengan nyaman dan aman. Tak lupa ia menekankan agar masker dipakai dengan benar. Butuh waktu 20 menit sepur klinci meluncur pelan sampai ke tujuan. Sebanyak 30 warga berusia rata-rata 60 tahun itu pun turun hati-hati ke ruang pendaftaran ulang vaksinasi. Di sana telah menanti tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas mengukur tekanan darah serta skrining awal.

Antar lansia itu mengungkapkan kegembiraannya menaiki sepur klinci. Mereka tidak menyangka bisa piknik meski sederhana.

"Senang Mas. Setua ini baru sekali naik sepur klinci Alhamdulillah sehat, enggak takut. Sudah biasa disuntik," ujar Sukinem (76) asal Dukuh Bendo.

Senada, Mujito (78) juga mengaku senang dijemput kereta kelinci untuk ikut vaksinasi Covid-19. Dengan diantar jemput, setidaknya ia bisa menghemat tenaga tuanya untuk bersepeda angin dari rumah ke Puskesmas Tanon II yang berjarak hampir 2 kilometer.

"Rasanya bahagia Mas. Biasanya saya ngonthel (mengayuh sepeda) karena nggak ada yang ngantar. Naik sepur kelinci ya baru tadi. Ini mau vaksin, Alhamdulillah kondisi sehat dan siap divaksin," tuturnya.

Bidan Indriyani mengatakan sengaja mendatangkan kereta kelinci untuk memudahkan mobilitas lansia yang hendak mengikuti vaksiknasi Covid-19 tahap I di desa binaannya. Menurutnya, itu diharapkan meringankan beban psikologis lansia yang akan disuntik.

"Ini inisiatif dari bidan desa, kader posyandu, Babinsa, Babinkamtibmas dan Pak Lurah. Tujuannya membantu mereka yang sudah tua agar bisa ikut vaksinasi tanpa kebingungan harus datang karena rata-rata enggak ada yang ngantar. Makanya kita upayakan fasilitas pakai kereta kelinci. Semua lansia yang terdata kita jemput dan nanti pulangnya juga diantar. Biar mereka antusias dan sekaligus bisa refreshing. Ketika mereka merasa senang maka imunitas akan tinggi dan siap divaksin," terangnya.

Jumlah pendaftar vaksinasi covid-19 lansia sudah mencapai 400 orang lebih, sedangkan logistik dari Dinas Kesehatan hanya 250 dosis. Sehingga selebihnya terpaksa harus menunggu tahap berikutnya.