Home Info Satgas Covid-19 Lumpuh Akibat Pandemi, Pelaku Wisata Curhat ke Bupati Budhi

Lumpuh Akibat Pandemi, Pelaku Wisata Curhat ke Bupati Budhi

Banyumas, Gatra.com – Paguyuban pengelola wisata dan travel Banjarnegara yang tergabung dalam Bunga Puspabara menghadap Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono perihal pandemi Covid-19 yang membuat lumpuh sektor pariwisata. Akibat pandemi, sebagian pelaku wisata dan pekerja seni banting stir usaha lain agar tetap survive.

Namun ada pula yang tetap bertahan dengan cadangan sumber daya yang tersisa. Insan-insan kreatif ini tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba bangkit dari keterpurukan. Dengan inovasi kekompakan, mereka mencoba kembali harapan yang sempat hilang.

Untuk itu dibutuhkan koordinasi lintas pihak agar pariwisata tetap berdenyut. Mereka kemudian curhat kepada bupati, mengeluarkan segala unek-unek yang dirasakan. Audiensi antara 30 anggota Bunga Pusbara dengan bupati berlangsung di Pringgitan, Banjarnegara.

Ketua Divisi Armada Bunga Puspa Bara, Agus penusupan mengatakan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun memukul nyaris semua sektor, termasuk pariwisata dan industri kreatif. Paling terdampak adalah pelaku wisata dan seni.

Dalam kesempatan itu, ia mengusulkan agar di sekitar wisata Dieng agar ada perhatian terhadap jalur di sekitar, dengan dibebaskan dari parkir, serta jalan dilebarkan agar tidak kesulitan ketika berpapasan dengan bis.

“Kami juga usul ada rest area bis besar di Kalilunjar dan Sikelir khususnya. terkait kebutuhan makan wisatawan menuju Dieng. Kami juga sangat berharap mohon kebijakan untuk diijinkan lagi untuk study tour, serta kemudahan perizinan bagi pemilik bis agar bisa mutasi kendaraan ke Banjarnegara,” ucap Agus.

Sementara, perwakilan Divisi Wahana Bunga Pusbara, Fajar Pikas melaporkan masih adanya intervensi dari instansi tertentu yang cukup menghambat kegiatan di wisata. Ia juga berharap agar semua kegiatan melibatkan teman teman dari musisi.

“Kami usul teman-teman musisi selalu dilibatkan. Kasihan teman-teman musisi. Sudah setahun ini hampir mati suri. Ada yang dibubarkan ketika manggung,” ucapnya.

Adapun divisi travel, Ivan Merden, yang mengusullkan agar ada terminal shuttle sehingga bisa menjadi paket wisata ke makam Dieng dan Doktor Sulistiyo. Demikian juga Bambang Boy dari Salamerta yang mohon difasilitasi media promosi melalui platform digital.

Menanggapi ‘curhatan’ pelaku wisata, Bupati Budhi Sarwono mengajak anggota Bunga Puspa Bara untuk bersatu, bahu membahu, dan kompak. Bupati mengatakan, ia menerima dengan dengan suka cita keluh kesah dan curhatan para pelaku wisata tersebut.

Dia juga menegaskan sangat mendukung para pelaku wisata dalam berkiprah mencari nafkah serta berupaya membangun Banjarnegara.

“Terima kasih atas silaturahminya. Perjuangan kita masih sangat panjang. Semoga semuanya bisa jadi hikmah, jangan ada penyesalan. Saya akan di depan panjenengan, bukan di belakang. Saya akan mendukung penuh. Asal tujuan kita yaitu membangun Banjarnegara,” tandas Bupati.

Menjawab tentang masalah Dieng, bupati mengaku sudah menjadi catatan dan agendanya. Pemkab akan segera membenahi pengelolaan Dieng agar lebih moncer.

“Betul, apalagi terkait rest area, itu penting sekali. Sebab itu semua terkait dengan perubahan di semua lini. Jadi rest area penting sekali, dan infrastruktur jalan akan terus kita benahi,” jawabnya.

Terkait dengan adanya larangan mengadakan kegiatan, bupati mengajak kepada aparat berwenang agar kembali ke prinsip dasar bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat. Sudah ada rambu-rambu agar aparat penegak hukum mengedepankan sisi humanis, bukan menakut-nakuti.

“Kedaulatan adalah milik rakyat, bukan milik instansi tertentu. Jadi selama kita menerapkan prokes, 3M, jangan takut. Jadi selagi benar, jangan takut, saya ada di depan Panjenengan,” tegasnya.

Bupati kembali mengajak anggota paguyuban untuk kompak bersatu, tidak jalan masing-masing sehingga lebih kuat dan tujuannya terarah. Pemkab Banjarnegara, katanya, siap mendukung dan memfasilitasi jika menemui kendala di lapangan.