Home Kebencanaan Bupati Minta Para Ortu Larang Anaknya Bermain Petasan

Bupati Minta Para Ortu Larang Anaknya Bermain Petasan

Kebumen, Gatra.com- Peristiwa ledakan petasan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Rabu petang (12/5) membuat berbagai pihak prihatin. Usai melakukan halal bihalal virtual, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengunjungi lokasi ledakan mercon.
 
"Ini cukup memprihatinkan bagi kami dan seluruh jajaran pemerintah. Saya harap kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Masyarakat harus bisa menjaga diri dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri dan lingkungan, seperti bermain petasan ini," kata  Arif, Kamis siang (13/5).
 
Politisi yang mantan anggota Polri ini menyampaikan bela sungkawa kepada semua keluarga korban. Bupati juga mengunjungi keluarga korban meninggal dunia yaitu Muhammad Taufik dan Rizky. Arif pun mengingatkan bahwa, petasan adalah barang sangat bahaya. Menyambut Hari Raya Idulfitri mestinya tidak perlu merayakannya dengan menyalakan petasan. Cukup diisi dengan kegiatan positif yang tidak membahayakan. 
 
"Saya ingatkan kepada warga masyarakat agar jangan sekali-sekali bermain dengan petasan karena sangat berbahaya. Sudah banyak korban berjatuhan gara-gara petasan. Tentunya ini harus disikapi secara serius, jangan biasqkan main petasan," tegasnya.
 
Tak lupa Arif menyampaikan, kepada orangtua untuk mengawasi anak-anaknya. Dan mampu bersikap tegas untuk melarang anaknya jika melakukan sesuatu hal yang membahayakan. Ini demi keselamatan bersama.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat petasan yang diracik meledak, tiga orang medinggal dunia di tempat kejadian. Mereka yang meninggal langsung di tempat adalah pemilik rumah, Muhammad Taufik Hidayat (27), Rizky (19) dan Sugiyanto (23). Terakhir, Rio Dwi Pangestu meninggal di RSUD Prembun akibat luka bakar yang dideritanya. Sedangkan korban luka yang hingga kini masih dirawat di RSUD Prembun adalah, Bambang Priyono (29), Alib (24), Irwan (25) dan Ratna.
 
Selain itu, rumah milik Untung, orang tua korban meninggal dunia Muhammad Taufik Hidayat rusak parah akibat ledakan petasan yang diracik di teras rumahnya. Usai melihat TKP petasan maut, Bupati Arif dan rombongan kemudian mengunjungi korban luka yang dirawat di RSUD Prembun.
1977