Home Hukum Dukung Pemerintah, 139 Pegawai Kejati Jateng Disuntik Vaksin

Dukung Pemerintah, 139 Pegawai Kejati Jateng Disuntik Vaksin

Semarang, Gatra.com- Sebagai wujud dukungan  terhadap program vaksinasi pemerintah dalam rangka menekan laju penyebaran covid-19, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) telah melaksanakan vaksin pada ratusan pegawainya. Sebanyak 139 pegawai Kejati Jateng, mengikuti vaksin  kedua di RSUD Tugurejo Semarang, Senin (17/5).
 
Sesuai dengan jadwal yang ditargetkan oleh Satgas Covid-19 nasional, pada vaksinasi tahap kedua Bulan Januari hingga April 2021, sasarannya adalah petugas pelayan publik, yaitu TNI, Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik lainnya, meliputi petugas di bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng, Priyanto berpesan agar pegawai yang sudah divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas).
 
"Setelah divaksin, para ASN Kejati Jateng tetap harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Jangan merasa sudah divaksin maka dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, ujar Kajati Jateng, Priyanto 
 
Proses vaksinasi tahap kedua ini dilakukan dalam tiga tahap, pertama, peserta melakukan pendaftaran dan verifikasi data. Kedua, skrining data kesehatan peserta dan pemberian vaksin. Ketiga, observasi peserta selama 30 menit kemudian diberikan sertifikat vaksin. Semua tahap dilaksanakan dengan menerapkan prokes kesehatan yang berlaku.
 
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Jateng, Bambang Tejo Manikmoyo yang ditemui di kantornya menjelaskan bahwa, sudah hampir semua pegawai Kejati Jateng mengikuti vaksin. Senada dengan Kajati, Bambang Tejo juga meminta agar para pegawai yang sudah divaksin tetap harus menjaga prokes dan 5M.
 
"Saya minta, perbaiki kecenderungan pakai masker sesuaikan dengan standar medis pemakaian masker yang benar. Masker dipakai yang benar menutupi hidung dan mulut. Bertanggungjawablah kepada orang lain dan keluarga, karena masih banyak yang belum memperoleh kesempatan disuntik vaksin," pungkas Bambang.
 
347