Home Info Satgas Covid-19 Kasus Aktif Covid-19 di Purbalingga Turun, PPKM Dinilai Berdampak Positif

Kasus Aktif Covid-19 di Purbalingga Turun, PPKM Dinilai Berdampak Positif

Purbalingga, Gatra.com– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diklaim menunjukan hasil positif. Sebab, belakangan ini, jumlah kasus aktif Covid-19 mulai menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono, menjelaskan, kasus aktif Covid-19 pada Juli 2021 pernah mencapai puncak hingga 3.400 kasus aktif. Namun, saat ini sudah turun menjadi 2.055 kasus aktif.

Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 252 orang terkonfirmasi positif masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Sementara 1.803 orang melakukan isolasi mandiri baik di rumah maupun tempat isolasi terpusat yakni eks SMP negeri 3 Purbalingga.

"Berbagai upaya penatalaksanaan dan upaya penurunan kasus covid sudah dilakukan, sehingga alhamdulillah saat ini sudah mulai turun dan akan terus diupayakan penurunannya," lapor Hanung dalam forum Kajian Operasional Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 yang diadakan secara daring di Pringgitan Rumah Jabatan Bupati, Kamis (5/8).

Acara itu diikuti Wakil Bupati Purbalingga, Sudono bersama Forkopimda Purbalingga dan unsur satgas Covid-19 lainnya. Setiap kabupaten/kota diminta memaparkan terkait percepatan penanganan Covid-19 didaerahnya masing-masing.

Selain kasus aktif, imbuh Hanung, angka kumulatif kesembuhan juga ikut naik. Sebelumnya, tingkat kesembuhan mencapai 94 persen, pada awal merebaknya Covid-19 varian delta, kasus kesembuhan sempat menurun hingga hanya 73 persen. Namun, pada saat ini kondisi sudah mulai membaik karena angka kesembuhan mencapai 80 persen.

Selain itu, tingkat hunian rumah sakit (BOR) rata-rata sudah pada posisi 68 persen di ruang perawatan covid dan 85 persen ICU. Meski demikian angka kematian meningkat dari biasanya rata-rata 4 persen menjadi 5 persen.

"Kondisi saat ini akan terus diupayakan penurunannya. Melalui aktifitas pengendalian seperti terus melakukan penerapan 3M (5M) dimasyarakat, penyaluran bantuan sosial ekonomi dan layanan kesehatan, pelayanan vaksinasi dan pembentukan posko di tingkat desa/kelurahan," katanya.

Hanung mengemukakan, Satgas Covid-19 Purbalingga telah menetapkan rencana aksi pengendalian untuk periode 6 – 31 Agustus 2021, diantaranya terus melakukan monitoring dan evaluasi 5M, melakukan sinkronisasi data penerima bantuan sosial, dan melakukan usulan BTT untuk pembelian reagen PCR.

"Kami juga masih berupaya mengusulkan tambahan Laboratorium PCR Mobile kepada pemerintah pusat. Belum adanya laboratorium PCR sendiri, maka selama ini tes PCR masih dilakukan di RSUD Margono Soekarjo (Purwokerto). Yang bisa kita lakukan hanya mengefektifkan dan mengoptimalkan PCR yang sudah ada," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus meminta pasokan obat dan logistik kepada pemerintah provinsi. Selain itu, pemerintah setempat akan berkoordinasi lintas sektoral terkait pemenuhan kebutuhan oksigen dengan provinsi, penyedia dan Kementerian Kesehatan termasuk usulan kebutuhan vaksin.