Home Kesehatan Airlangga: Gotong Royong dalam Vaksinasi menjadi Social Responsibility

Airlangga: Gotong Royong dalam Vaksinasi menjadi Social Responsibility

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah telah menyusun kebijakan vaksinasi bagi ibu hamil dengan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan juga masukan dari BKKBN, IBI dan POGI. 

Ibu hamil memiliki peningkatan risiko menjadi berat apabila terinfeksi Covid-19, khususnya dengan kondisi medis tertentu. Tingginya risiko tersebut berdampak pada kehamilan dan bayinya.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam pelaksanaan vaksinasi untuk ibu hamil, bidan dikerahkan untuk menjadi vaksinator. 
Vaksinasi untuk ibu hamil ini juga digelar di 10 provinsi di Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa BKKBN sudah on board sejak 2 bulan yang lalu. Memang pasukannya banyak dan ini berpotensi menambah kemampuan vaksinasi melalui para bidan. 

“Selain itu, bidan dipilih sebagai vaksinator karena keberadaannya di tengah masyarakat, utamanya bidan yang membuka praktek sendiri. Bidan juga yang sudah terlatih dan paham dalam menghadapi ibu hamil. Dan ini menjadi one stop service BKKBN,” kata Menko Airlangga, yang hadir secara langsung dalam launching pelaksanaan vaksinasi untuk ibu hamil di Balai Kota DKI Jakarta. 

Airlangga menyebut bahwa Pemerintah berkomitmen pada akhir tahun ini dapat mencapai target yaitu sebanyak 70% masyarakat Indonesia telah divaksinasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif POGI, BKKBN, IBI, Salim Grup dan berbagai pihak dalam kegiatan Deklarasi Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil Indonesia dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19,” katanya. 

Diharapkan lanjut Airlangga, banyak pengusaha terlibat sehingga ini menjadi bagian dari social responsibility kepada masyarakat. 

“Karena penanganan Covid-19 ini harus dikeroyok dan dilakukan secara gotong royong, ditingkatkan serta dilaksanakan di 34 provinsi Indonesia,” kata Airlangga.

Menko Airlangga juga menyapa secara langsung dan virtual ibu-ibu yang sedang bersiap untuk menjalani vaksinasi dan mendengarkan aspirasi-aspirasi yang disampaikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kesehatan bangsa ditentukan oleh kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, menekan angkat kematian ibu dan bayi menjadi target. Melalui vaksinasi ini, Pemerintah bersama BKKBN bekerja keras agar bisa menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang rela berjuang membantu kelahiran anak-anak generasi muda di masa pandemi,” kata Menkes.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menuturkan bahwa ibu hamil memiliki peran yang besar dalam rumah tangga dengan berbagai aktivitasnya. Untuk itu tentu mentaati protokol kesehatan adalah kunci utama. Dengan adanya vaksinasi ini menjadikan resiko tertular Covid-19 menjadi lebih rendah.

Salah satu target dalam upaya penanganan Covid-19 adalah menekan angka kematian. Vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah dan seluruh stakeholder terkait diharapkan sebagai game changer Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga menekan angka kematian akibat virus dalam pandemi ini. 

Berbagai penelitian menyatakan bahwa yang telah divaksinasi tingkat kematiannya lebih rendah dan masih bisa ditolong. 

Acara Deklarasi Vaksinasi Ibu Hamil ini dihadiri juga oleh Ketua BKKBN, Ketua IBI, Ketua POGI, Ketua KIPI, ITAGI dan sejumlah Gubernur dari Provinsi di Indonesia secara virtual. 

67