Home Olahraga KONI Sebut Prokes akan Diterapkan di PON XX Papua

KONI Sebut Prokes akan Diterapkan di PON XX Papua

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman membeberkan protokol kesehatan atau prokes yang akan diterapkan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, di Provinsi Papua yang akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Marciano menyebut, seluruh peserta PON XX dari 33 provinsi di Indonesia itu syaratnya mereka harus divaksin COVID-19. 

"Jadi semua pesertanya harus divaksin," kata Marciano, via Zoom dalam talk show bertajuk "Persiapan Penerapan Prokes COVID-19 PON XX Papua, Bercermin dari Olimpiade Tokyo", yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia pada Rabu, (15/9).

Marciano mengatakan bahwa peserta juga harus dikarantina selama beberapa hari menjelang keberangkatan. Kemudian harus melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada waktu yang telah ditentukan.

Marciano mengaku menerima masukan dari dr. Andi, dokter KONI yang juga berangkat ke Tokyo, saat Olimpiade Tokyo 2020 lalu, negara-negara yang berasal dari daerah yang merah atau zona merah, karantinanya itu 7 hari. 

Sedangkan daerah yang lebih ringan tingkat paparan virus coronanya, karantinanya 3 hari. "Ini juga menjadi pertimbangan untuk diterapkan," ucap Marciano.

Meski untuk sementara, pihaknya memutuskan akan mewajibkan cukup 5 hari masa karantina bagi seluruh kontigen yang akan berangkat ke Papua. 

"Dia PCR test dan juga nanti sesampainya di sana, mereka juga akan dites antigen untuk meyakinkan saya bahwa kontingen yang berangkat ke Papua, mereka dalam keadaan kondisi kesehatan terbaiknya," katanya.

Marciano menambahkan, masyarakat yang berada di Papua juga merasa aman karena kontingen tersebut tidak datang membawa penyakit. "Ini juga akan menjadikan atensi kita semua," katanya.

Marciano menyebut setelah kontingen itu tiba di Papua, mereka akan memberlakukan sistem bubble. Seperti, para atlet itu hanya berangkat dari bandar udara (bandara) menuju ke tempat penampungan atau atlet village-nya. 

Dari atlet village, mereka menuju ke tempat untuk berlatih dan bertanding serta setelah itu kembali lagi ke atlet village-nya. 

"Khusus untuk masa pertandingannya, atlet-atlet yang terlibat dalam body contact, mereka sebelum ke setiap pertandingan, harus melakukan tes antigen," jelasnya.

63