Home Makro BPS Catat Tingkat Inflasi Sebesar 0,56% di Januari 2022

BPS Catat Tingkat Inflasi Sebesar 0,56% di Januari 2022

Jakarta, Gatra.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami inflasi sekitar 0,56% pada Januari 2022. Nilai itu diperoleh berdasarkan pemantauan indeks harga konsumen (IHK) di 90 kota.

Kepala BPS, Margo Yuwono, mengatakan bahwa sebanyak 85 kota di antaranya mengalami inflasi dan 5 kota lainnya terjadi deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53% dan inflasi terendah ada di Manokwari sekitar 0,02%.

“Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar –0,66% dengan IHK senilai 108,79. Adapun deflasi terendah ada di Jayapura –0,04% dengan IHK senilai 105,83,” kata Margo dalam konferensi pers daring, Rabu (2/2).

Margo menjelaskan, tingkat inflasi tersebut didorong peningkatan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Andil terbesar inflasi pada Januari 2022 berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman (mamin), dan tembakau.

“Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,3% terhadap inflasi pada Januari 2022. Kelompok mamin dan tembakau mengalami kenaikan harga sebesar 1,17% (MtM) dan sekitar 3,45 secara tahunan (YoY),” imbuhnya.

Pada kelompok mamin dan tembakau, komoditas yang dominan menyumbang inflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,07%, ikan segar dengan andil 0,04%, beras dan telur ayam ras masing masing 0,03%, serta tomat dan rokok kretek filter masing-masing 0,02%.

Adapun di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga terjadi peningkatan indeks 0,51% (MtM) dan sekitar 1,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kelompok ini memberikan andil sebanyak 0,1% terhadap inflasi Januari 2022.

“Kalau dilihat andil terbesar terhadap inflasi Januari 2022 berasal dari bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06%. Hal ini disebabkan kenaikan harga pada LPG non-subsidi. Lalu, komoditas kontrak dan sewa rumah masing-masing punya andil 0,02%,” paparnya.

Secara rinci, kenaikan harga di Januari 2022 pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79% (MtM). Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya senilai 0,62%.

Kelompok pakaian dan alas kaki terjadi peningkatan harga 0,43%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,41%; kelompok penyediaan mamin atau restoran 0,36%; kelompok kesehatan 0,24%; kelompok pendidikan 0,08%; serta kelompok transportasi 0,02%.

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar –0,13%. Keadaan ini terjadi karena adanya penurunan biaya administrasi transfer uang dengan andil 0,01% terhadap deflasi.

120