Home Nasional Survei LSI: Warga Puas tapi Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Survei LSI: Warga Puas tapi Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Jakarta, Gatra.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis survei nasional pada Kamis, (3/3/2022). Salah satu temuan survei tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang mengaku puas dengan kinerja Jokowi selama ini justru tak menginginkan sang presiden memperpanjang masa jabatannya.

LSI mencatat bahwa sebanyak 66,3% masyarakat mengaku puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Yang kurang puas atau tidak puas sama sekali hanya di kisaran 29,9%.

Hanya saja, tingkat kepuasan tersebut tak selaras dengan keinginan masyarakat agar masa jabatan presiden diperpanjang dengan berbagai alasan. Sekitar 59%-63% responden yang mengaku puas dengan kinerja presiden menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden.

Angka penolakan usulan tersebut lebih tinggi pada kelompok responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja presiden. Angkanya berada di kisaran 88%. Mereka menolak perpanjangan masa jabatan presiden, baik dengan alasan pandemi Covid-19, ekonomi yang belum pulih, maupun pemindahan IKN.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, menyebut kelompok yang tidak puas ini cenderung merujuk pada kelompok pemilih atau partisan Prabowo-Sandi di pemilu sebelumnya. Ia menyebut bahwa dalam konteks ini, sentimen partisan memang masih ada.

“Jadi puas atau tidak puas dengan kinerja presiden, tidak berkorelasi dengan tingkat penolakan atau penerimaan terhadap perpanjangan masa jabatan presiden,” kata Djayadi dalam konferensi pers virtual.

“Yang puas maupun yang tidak puas dengan kinerja presiden sama sikapnya, yaitu menolak perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027,” Djayadi melanjutkan.

Survei ini dilakukan pada Februari 2022 dengan mewawancarai sejumlah 1.197 responden yang dilakukan dengan metode simple random sampling. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,89% dengan tingkat kepercayaan 95%. Djayadi menyebut survei ini mewakili 71% populasi nasional.

82