Home Internasional Brompton akan Bangun Pabrik Revolusioner di Dataran Banjir

Brompton akan Bangun Pabrik Revolusioner di Dataran Banjir

Jakarta, Gatra.com – Brompton, produsen sepeda terbesar di Inggris, akan membangun pabrik revolusioner baru di dataran banjir seluas 100 hektare. Lokasi tersebut berada di Kota Ashford, Inggris. Brompton tengah mengajukan izin perencanaan untuk pembangunannya.

CEO Brompton, Will Butler-Adams OBE, dalam keterangan pers yang diterima pada akhir pekan ini, menyampaikan, pabrik tersebut akan dirancang oleh arsitek ternama Guy Hollaway serta didukung oleh Ashford Borough Council, Hollaway Studios, dan Quinn Estates.

Pihak Ashford Borough Council berencana mengubah 60 hektare dari lahan tersebut menjadi cagar alam publik dengan jalur sepeda dan jalan setapak untuk masyarakat. Pembangunan ini pun menepis persepsi industri manufaktur yang tidak ramah lingkungan.

Pasalnya, kata Will Butler-Adams OBE, pembangunan berkelanjutan tetap jadi prioritas dari fasilitas yang dirancang, sehingga bisa selaras dengan tata ruang, serta bisa berdampak positif bagi nilai keanekaragaman hayati di seluruh lahan.

Nantinya, sepanjang kawasan pabrik baru ini tidak saja memulihkan dari lahan basah sebelumnya tidak terpakai, tetapi sekaligus mendorong masyarakat lokal beraktivitas dengan jalan kaki dan bersepeda di pusat Ashford, Inggris.

Skema inovatif ini akan menampung fasilitas produksi kelas dunia dan menjadi markas besar Brompton Global. Pabrik yang direncanakan beroperasi pada tahun 2027, diharapkan dapat mempekerjakan lebih dari 1.500 orang pegawai dan mempoduksi lebih dari 200 ribu sepeda setiap tahun.

Will Butler-Adams OBE menjelaskan, rencana pembangunan pabrik tersebut untuk memenuhi permintaan sepeda di tingkat global yang kian meningkat karena penduduk di kota-kota besar mulai beralih ke jalan kaki dan bersepeda yang tentunya lebih sehat.

Rencana pembangunan pabrik juga memungkinkan ambisi pertumbuhan Brompton di masa mendatang, seiring dengan ambisi pihaknya yang terus mentransformasikan cara orang bermobilisasi di berbagai kota di seluruh dunia.

“Saat kita menghadapi perubahan iklim, ditambah kondisi kesehatan mental dan fisik yang buruk di kota-kota besar yang merupakan tempat tinggal sebagian besar penduduk dunia, mau tidak mau kita perlu beradaptasi,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara, memunculkan kesadaran global bahwa penduduk dunia perlu mengubah cara hidup di kota dan merancang kota tersebut berdasarkan orientasi manusia hidup di dalamnya, bukan merancang kota yang car oriented.

“Brompton memiliki peran besar dalam mendukung transisi tersebut, namun kami masih membutuhkan lebih banyak ruang untuk berinovasi dan menciptakan produk inovatif untuk masa depan,” katanya.

Menurut Will Butler-Adams OBE, London merupakan inspirasi bagi pihaknya dan sebagian besar kesuksesan ini berkat dukungan pegawai Brompton yang datang dari berbagai latar belakang, terampil, dan konsisten mendukung visi dan misi perusahaan.

“Kami masih memiliki perjalanan panjang ke depan dalam perencanaan dan pembangunan lokasi baru. Untuk itu, kami mengapresiasi atas dukungan dari Ashford Borough Council, Hollaway Studios, dan Quinn Estates untuk mencapai ambisi bersama kami membangun pabrik sepeda masa depan yang revolusioner dan berkelanjutan ini,” katanya.

Sementara itu, Guy Hollaway selaku Principal Partner Hollaway Studio mengatakan, tantangan dalam merancang pabrik Brompton yang berada pada 100 hektare lahan basah adalah memikirkan kembali, baik konsep dari pabrik itu sendiri maupun penciptaan hubungan simbiosis antara industri dengan alam.

Menurutnya, proyek ambisius ini benar-benar merupakan terobosan baru untuk menjadi contoh yang menunjukkan bagaimana industri dapat menganut metode-metode transportasi yang berkelanjutan dan menciptakan arsitektur yang merefleksikan etos sepeda Brompton.

Sebagaimana sepeda Brompton yang dirancang penggunaannya untuk jangka panjang, pabrik baru ini dibangun untuk bertahan lama dengan metode konstruksi yang optimal, di antaranya meminimalisasi emisi karbon.

Selain itu, pembangunannya juga menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara bertanggung jawab untuk menjamin lahan dapat diadaptasi di masa depan dan tahan terhadap perubahan iklim.

Pembangunan ini akan mendorong Brompton dalam mewujudkan target pengurangan emisi sebesar 1.5°C yang selaras dengan ambisi Net Zero-nya. Ke depannya, para pegawai dan pengunjung dapat berkunjung dengan bersepeda, berjalan kaki, atau menggunakan transportasi umum, sehingga diupayakan tidak membuat tempat parkir baru.

Jalur sepeda atau pejalan kaki yang luas akan memungkinkan mereka untuk bisa berjalan kaki dan bersepeda ke dalam fasilitas lainnya yang mencakup pusat pengunjung, museum, dan kafe. Tujuan ini sesuai dengan nilai-nilai utama Brompton, yaitu untuk menjadi pemimpin dalam sustainability transportation.

97