Home Kebencanaan Bantuan untuk Warga Terdampak Longsor di Cilacap Terus Mengalir

Bantuan untuk Warga Terdampak Longsor di Cilacap Terus Mengalir

Cilacap, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Cilacap menyatakan bantuan untuk warga terdampak longsor di Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sudah didistribusikan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan bantuan berupa logistik, selimut, hingga obat-obatan. Selain BPBD, bantuan juga diberikan oleh lembaga lainnya, salah satunya Kementerian Sosial (Kemensos) dan PMI.

“Kita ingin bantuan tidak melulu makanan. Dan jika cukup sebaiknya dialihkan ke dana yang akan sangat dibutuhkan untuk perbaikan sarpras,” kata Wijonardi, Senin (4/4).

Menurut Wijonardi, Petugas BPBD dan masyarakat juga sudah mulai membersihkan area longsor dan membuka jalan. Rencananya, hari ini alat berat akan dikerahkan untuk pembersihan tersebut.

“Dana desa dan kemampuan swadaya masyarakat pasti menurun pascabencana,” jelasnya..

Seperti diberitakan sebelumnya, longsor besar terjadi Dusun Citulang, Kutabima, Cimanggu. Meski tak ada korban jiwa, namun dampak longsor ini cukup besar. Sebanyak 215 orang yang terdiri dari 71 keluarga terdampak dan 18 hewan ternak hilang tertimbun.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap per Jumat (1/4), ditemukan sebanyak 17 titik lokasi tanah longsor di RT 06, RT 09 dan RT 04 Dusun Citulang yang material longsorannya menimpa rumah warga, jalan desa dan area pertanian.

“BPBD Kabupaten Cilacap mencatat ada 3 unit rumah tertimbun, 2 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak ringan dan 49 unit rumah terancam longsor. Selain itu ada 1 unit jembatan ambruk, sawah seluas 2 hektar dan perkebunan seluas 2 hektar juga turut terdampak longsor,” kata Wijonardi.

Laporan visual langsung dari lapangan oleh BPBD, material longsor dari bagian perbukitan telah menimbun areal persawahan dan permukiman warga yang berada di bawahnya. Adapun material longsor lainnya juga terbawa oleh aliran Sungai Cireueui dan berdampak ke areal persawahan di wilayah Desa Cileumeuh.

"Sungai Cireueui yang kemarin banjir dan berdampak ke Cileumeuh sekarang di atas sungai ini terjadi longsoran," ungkapnya.

Sebagai upaya percepatan penanganan bencana tanah longsor tersebut, BPBD Kabupaten Cilacap telah melakukan kaji cepat situasi dan dampak, monitoring, berkoordinasi dengan instansi terkait guna pendirian tenda darurat untuk pengungsian dan dapur umum serta pembersihan material.

“Mengingat luasnya cakupan longsoran dan banyaknya titik lokasi terdampak, tim gabungan membutuhkan bantuan alat berat guna melakukan pembersihan hingga proses pemulihan,” tandas Wijonardi.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS