Home Internasional Gencatan Senjata Koalisi-Houthi, Kapal Pertama Muat Bahan Bakar Tiba di Hodeidah

Gencatan Senjata Koalisi-Houthi, Kapal Pertama Muat Bahan Bakar Tiba di Hodeidah

Sanaa, Gatra.com - Dua kapal mengangkut bahan bakar telah memasuki pelabuhan Hodeidah Yaman yang dilanda perang. Pengiriman bahan bakar itu yang pertama dalam beberapa bulan terakhir di wilayah yang dikuasai milisi Houthi, pasca gencatan senjata yang ditengahi PBB mulai diberlakukan.

Yaman terlibat dalam konflik antara pemerintah, yang didukung koalisi Arab, melawan milisi Houthi yang didukung Iran sejak 2014, ketika pemberontak merebut ibu kota Sanaa.

Sejak 2016, koalisi telah memberlakukan blokade udara dan laut, terkecuali penerbangan bantuan. Koalisi menuduh Teheran menyelundupkan senjata ke milisi Houthi. Iran membantah klaim tersebut.

“Kapal bahan bakar, Caesar, kini telah tiba di pelabuhan Hodeidah setelah ditahan selama 32 hari,” kata pihak Perusahaan Minyak Yaman (YPC), yang berada di bawah kendali milisi Houthi, dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Senin (4/4).

Pada hari Minggu, kapal mengumumkan kedatangannya yang pertama setelah ditahan selama 88 hari.

Wilayah di bawah kendali milisi Houthi - mencakup sebagian besar utara negara itu dan bagian barat - telah mengalami krisis bahan bakar selama berbulan-bulan. Houthi menuduh koalisi menahan kapal-kapal minyak sejak awal Januari.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada hari Sabtu, -hari pertama bulan suci Ramadhan, membawa secercah harapan.

Essam al-Moutawakel, juru bicara YPC, mengatakan kepada AFP bahwa pengiriman bahan bakar kali ini tidak akan mengakhiri krisis bahan bakar, karena permintaan sangat tinggi kendati masih bisa mengurangi ketergantungan."

Di bawah perjanjian yang ditengahi PBB, semua operasi militer darat, udara, dan laut, termasuk serangan lintas perbatasan, harus dihentikan.

Selain itu, 18 kapal bahan bakar juga akan diizinkan masuk ke pelabuhan Hodeidah, jalur kehidupan Yaman, dan dua penerbangan komersial selama seminggu dapat dilanjutkan masuk dan keluar dari bandara Sanaa, yang dikuasai Houthi.

David Gressly, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, mengatakan dia menyambut baik komitmen mengizinkan kapal bahan bakar melalui pelabuhan provinsi Hodeidah.

“Pelabuhan ini adalah titik masuk penting untuk bahan bakar, makanan, dan komoditas penting lainnya ke Yaman,” katanya.

“Dimulainya kembali beberapa penerbangan komersial masuk dan keluar dari Bandara Internasional Sanaa, akan menjadi berita gembira bagi banyak orang Yaman, termasuk mereka yang telah menunggu kesempatan untuk mencari perawatan medis atau pendidikan di luar negeri. Keluarga juga berharap mereka dapat bersatu kembali selama bulan suci Ramadan,” tambah Gressly.

109