Home Sumatera Rawan Kecelakaan, 245 Perlintasan Liar Kereta Api di Sumbar Ditutup

Rawan Kecelakaan, 245 Perlintasan Liar Kereta Api di Sumbar Ditutup

34

Padang, Gatra.com – Banyaknya perlintasan liar Kereta Api sangat mengkawatirkan di Sumatra Barat (Sumbar). Apalagi, masyarakat masif membuat perlintasan di depan rumah masing-masing.

Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretapian Kemenhub, Edi Nursalam mengungkapkan setidaknya ada 245 perlintasan liar KA sepanjang Kota Padang hingga Pariaman. Tentu banyaknya perlintasan liar ini sangat membahayakan masyarakat.

"Nanti 245 perlintasan itu akan kita tutup, dan tidak setiap rumah pinggiran rel punya perlintasan," kata Edi sebelum melepas puluhan sepeda santai Gerakan Nasional Keselamatan Perkeretapian Sumbar, di Padang, Sabtu (22/5).

Baca Juga: Faisal Basri Prediksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Balik Modal 139 Tahun

Penutupan perlintasan liar ini bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, perlintasan liar sangat rawan terjadinya kecelakaan, dan bahkan selama ini sering merenggut nyawa masyarakat ketika melewati perlintasan liar tersebut.

Kendati begitu, sebut Edi, masyarakat masih bisa melintasi jalur Kereta Api. Hanya saja dilarang melintas di titik-titik tertentu yang resmi dengan Early Warning System (EWS) dan dijaga petugas. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalur Kereta Api yang dkhawatirkan selama ini.

"Perlintasan liar yang dibuat masyarakat kita tutup, tapi tetap kita sediakan titik-titik tertentu perlintasan berupa jalan kolektor untuk pengguna jalan yang melewati rel Kereta Api," jelasnya. 

Baca Juga: Kereta Anjlok Dievakuasi, Jalur Kereta Api Penumpang Kembali Normal

Terkait penataan perlintasan liar KA ini, Edi berharap adanya dukungan dengan semua pihak. Tentu bukan hanya dari Balai Pengelolaan Transportasi Darat, tapi juga Pemprov Sumbar, Pemko Padang, Pemkab Padang Pariaman, Pemko Pariaman, serta masyarakat setempat.

Selain itu, Edi mengakui perkembangan pembangunan KA di Sumbar pada beberapa tahun terakhir cukup pesat. Hal ini bukti tingginya perhatian pemerintah ke Sumbar. Setidaknya, anggaran yang telah digelontorkan untuk mereaktivasi Kereta Api ini hampir Rp1 triliun.

Mewakili Pemprov Sumbar, Asisten II Setdaprov Sumbar, Wardarusmen juga mengakui banyaknya perlintasan liar KA di Sumbar. Hal ini jadi pemicu tingginya tingkat kecelakaan di sepanjang jalur lintasan KA selama ini.

Baca Juga: KAI Daop 5 Hentikan Sementara 8 Perjalanan Kereta Api

"SOP yang tak sesuai dengan perkeretapian perlu disikapi. Kami mendukung progam ini dengan apa yang menjadi kewenangan kami. Kita juga sejalan untuk pembenahan sarana dan prasarana perkeretapian," tuturnya.

Menurut Wardarusmen, transportasi KA saat ini bisa menjadi solusi alternatif untuk mengurai kemacetan di Sumbar. Alasan itu pula, pembangunan sarana dan prasarana untuk rekativasi jalur, bahkan penambahan jalur baru KA harus terus digenjot pemerintah.

Dalam kegiatan sepeda santai Gerakan Nasional Keselamatan Perkeretapian Sumbar, sekaligus sosialisasi terkait perlintasan liar dan perlintasan sebidang ini, juga dihadiri Kepala Balai Teknik Perkeretapian Sumbar, Kadishub Sumbar, Danrem 032 Wirabraja, Polda Sumbar, Unand Padang, dan pihak lainnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS