Home Kebencanaan Rob Belum Surut, Pemkot Pekalongan Lakukan Penanganan Darurat

Rob Belum Surut, Pemkot Pekalongan Lakukan Penanganan Darurat

Pekalongan, Gatra.com - Banjir rob masih melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (25/5). Pemkot setempat berupaya melakukan penanganan darurat untuk mengatasi permasalahan rutin tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto, mengatakan, penanganan darurat salah satunya dilakukan dengan mendropping sebanyak 1.500 karung tanah di titik-titik tanggul yang jebol diterjang rob di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

"Karung-karung tanah itu didistribusikan ke dua titik tanggul di Tirto yang jebol dan mulai digarap penanganan tanggul darurat, yakni di gang 16 sebanyak 300 karung dan 1.200 karung di gang 12. Pembangunan tanggul-tanggul darurat itu dilakukan TNI Polri, BPBD, hingga masyarakat sekitar," ujar Bambang, Rabu (25/5).

Selain di Kelurahan Tirto, kata Bambang, pihaknya juga mengirimkan karung-karung tanah ke Kelurahan Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara untuk mencegah luberan banjir rob.

"Di Slamaran tadi malam kami mendapatkan laporan bahwa ada parapet yang jebol di sana di satu titik, dan pada hari ini kami sudah mulai melaksanakan pengiriman karung-karung tanah ke sana untuk segera dipasang pada titik-titik yang kritis baik rawan jebol maupun air melimpas," ungkapnya.

Bambang juga mengaku sudah menginstruksikan kepada petugas jaga terkait pengoperasionalan pompa-pompa penyedot air. Pengoperasional pompa menurut dia harus melihat kondisi banjir rob.

"Ketika air rob itu masih tinggi dibandingkan tanggul, maka perlu menunggu air rob surut agar air bisa dipompa," jelasnya.

Terkait penanganan jangka panjang, Bambang menyebut program sistem pengendalian banjir dan rob dari pemerintah pusat terus digarap. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

"Penanganan banjir rob terutama di sungai Lodji di paket satu yakni sepanjang sungai hingga muara akan dibangun parapet sama tingginya dengan parapet di wilayah Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara untuk menanggulangi limpasan air," kata dia.

Sebelumnya, banjir rob melanda sejumlah wilayah Kota Pekalongan sejak Senin (23/5). Rob antara lain menggenangi permukiman warga di Kecamatan Pekalongan Utara, dan Pekalongan Barat, di antaranya Kelurahan Degayu, Tirto, Panjang Wetan, Klego, Pasirkratonkramat, Gamer dan Panjang Baru.

Hingga Rabu (25/5), data BPBD menyebut ada 350 warga terdampak yang harus mengungsi.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS