Home Kebencanaan Lima Ribu Keluarga Terdampak Banjir Rob di Pekalongan

Lima Ribu Keluarga Terdampak Banjir Rob di Pekalongan

Pekalongan, Gatra.com - Sebanyak 5.000 kepala keluarga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terdampak banjir rob akibat gelombang pasang air laut sejak Senin (23/5) hingga Rabu (25/5). Namun pemkot belum menetapkan status tanggal darurat bencana.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid usai meninjau tanggul yang jebol di sungai Meduri, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Rabu sore. "Ada 5.000 KK atau sekitar 19.000 warga yang terdampak banjir rob," katanya.

Aaf, sapaanya mengatakan, pemkot belum menetapkan status tanggap darurat menyusul banjir rob selama tiga hari tersebut. Hal itu berarti pemkot belum mengalokasikan anggaran penanganan.

"Kami belum lakukan tanggap darurat karena kriterianya belum mencukupi. Kami akan lihat dulu siklus panjang gembong pasang sampai dengan besok," terang Aaf.

Kendati demikian, Aaf menyebut pemkot sudah koordinasi dengan Baznas dan KORPRI Peduli untuk membantu korban banjir rob. Dia berharap banjir rob sudah surut pada Kamis (26/5).

"Kami sudah koordinasi dengan Baznas Kota Pekalongan dan KORPRI Peduli. Mereka siap membantu korban banjir baik untuk logistik, pakaian pantas pakai, dan sebagainya," kata dia.

Menurut Aaf, wilayah yang terdampak paling parah yakni Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat. "Sebetulnya untuk yang di Pekalongan Barat ini jika tak ada tanggul jebol air sungai Meduri hanya akan limpas. Namun karena jebol, air meluas di daerah Tirto," kata dia.

Aaf memastikan tanggul yang jebol tersebut segera tertangani dengan menyiapkan karung tanah untuk membuat tanggul darurat. Sejak Selasa (24/5), tanggul darurat mulai dikerjakan oleh DPUPR, BPBD, TNI, Polri, dan warga.

"Semangat para warga luar biasa, mereka guyub bergotong royong mengangkat karung untuk membuat tanggul darurat. Kemudian disiapkan juga perahu untuk mengangkut," tuturnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS