Home Hukum Perbedaan dan Persamaan HS-9 dan Glock 17

Perbedaan dan Persamaan HS-9 dan Glock 17

Jakarta, Gatra.com - Konferensi pers Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, Selasa (12/7), terkait penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Polri di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) pekan lalu memunculkan fakta baru tentang senjata yang dipakai.

"Perlu kami jelaskan bahwa saudara RE (Bharada E) menggunakan senjata Glock 17 dengan magasin maksimum 17 butir peluru. Sedangkan saudara J (Brigadir Yosua) itu kami menemukan dan mendapatkan fakta bahwa yang bersangkutan menggunakan senjata jenis HS, 16 peluru di magasinnya," tambah Budhi.

Dari penyelidikan polisi, Budhi mengungkapkan Bharada E melepaskan 5 tembakan. Sementara Brigadir Yosua menembakkan 7 peluru .

Glock 17 dan HS-9 merupakan senjata organik TNI/Polri. Sama-sama berkaliber 9 x 19. Korps Brimob Polri termasuk yang menggunakan Glock 17. Glock 17 buatan perusahaan senjata Austria Glock Ges. m.b.h. Generasi pertama dioperasikan tahun 1982 dan sekarang sudah memasuki generasi kelima yang diperkenalkan 2017.

Laman Balisticmag.com menempatkan Glock 17 sebagai Glock terbaik urutan kedua sepanjang sejarah. Disebut sebagai salah satu senjata yang paling dikenal didunia. "Andal, akurat, mudah dirawat, dan mudah dijalankan, G17 memiliki semuanya," demikian pujian laman itu.

Seperti halnya Glock 17, pistol HS-9 juga senjata api laras pendek semi otomatis. Pistol ini dibuat oleh HS Produk, perusahaan senjata yang berbasis di Kroasia.

Di Indonesia HS 9 jajaran Korps Brimob Polri untuk memperkuat unit khusus seperti tim anti teror CRT (crisis response team), unit GAG (Gerilya anti Gerilya) dan misi Polri di PBB di Sudan.

Senjata yang sudah dipercaya tentara dan polisi di 48 negara itu dibangun dengan material polimer. Sehingga relatif ringan dibandingkan. Dalam kondisi tanpa peluru, Glock 17 beratnya 750 gram sementara HS-9 sedikit lebih berat, 820 gram.

Dalam video Youtube Agusetiawan SH MH dijelaskan perbedan dan persamaan kedua pistol semi otomatis tersebut. Keduanya sama-sama memiliki jarak tembak efektif 50 m. Sama-sama menggunakan peluru kaliber 9m. Keduanya juga dilengkapi sistem pengaman triger/pelatuk peluru. Perlu dua kali tekanan pada pemicu untuk mengaktifkan senjata ini. Keduanya juga memiliki chamber loaded indicator yang berfungsi untuk mendeteksi kamar peluru.

Perbedaannya, HS-9 memiliki pin firing sistem terlihat menonjol ujung belakang pistol diatas grip. Pin yang menonjol mengindikasikan pistol dalam keadaan terisi. jika pin firing system tidak terlihat, maka mengindikasikan peluru sudah habis. Glock 17 tidak memiliki fitur ini.

Magasen HS-9 berbahan stainless, Glock bahan polimer. Ini yang menjelaskan mengapa Glock 17 sedikit lebih ringan. Jumlah peluru dalam magasen HS9 ada 16. Glock 17 ada 17 peluru

HS-9 memiliki sistem pengaman tambahan pada gripnya. Ada semacam tuas yang jika tertekan maka pelatuk peluru baru bisa ditekan. Jika tidak ditekan, pelatuk senjata jadi berat. Glock tidak dilengkapi fitur ini.

Untuk mengganti magasin keduanya sangat mudah. Hanya mennekan pin yang ada ada di hand grip. Bedanya, HS-9 memiliki dua pin di kanan kini grip jadi lebih mudah. Glock 17 tombolnya hanya ada di sebelah kiri saja.

"Senjata ini tidak boleh dimiliki warga sipil. karena ini bukan senjata beladiri," demikian ditegaskan perwira polisi ini dalam video yang dirilis 19 Desember 2020 itu.

13304