Home Ekonomi Negara-negara Eropa Dikepung Gelombang Panas, Ratusan Tewas

Negara-negara Eropa Dikepung Gelombang Panas, Ratusan Tewas

Madrid, Gatra.com -  Otoritas Perlindungan Sipil Yunani juga telah memperingatkan risiko kebakaran yang sangat tinggi di seluruh negeri pada hari Selasa (19/7/2022). Enam desa di utara ibu kota, Athena, dievakuasi karena kebakaran besar. Sementara itu, ribuan orang telah dievakuasi di Prancis dan Spanyol saat pesawat pengebom air memadamkan api di hutan kering.

Dua orang tewas dalam kebakaran di Spanyol. Mayat seorang peternak domba berusia 69 tahun ditemukan pada hari Senin di provinsi barat laut Zamora dekat tempat seorang petugas pemadam kebakaran berusia 62 tahun meninggal sehari sebelumnya ketika dia terjebak oleh api.

Lebih dari 30 kebakaran hutan di sekitar Spanyol telah memaksa evakuasi ribuan orang dan menghitamkan 220 kilometer persegi tanah.

“Perubahan iklim membunuh,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada hari Senin saat berkunjung ke wilayah Extremadura. “Ini membunuh orang, membunuh ekosistem dan keanekaragaman hayati kita.”

Setidaknya 748 kematian terkait panas telah dilaporkan dalam gelombang panas di Spanyol dan negara tetangga Portugal, di mana suhu mencapai 47 C awal bulan ini.

Cuaca yang jauh lebih dingin pada hari Senin awal pekan ini membantu sekitar 600 petugas pemadam kebakaran Portugis mengatasi empat kebakaran besar di utara negara itu.

Pihak berwenang juga menemukan mayat pasangan lansia di dalam kendaraan yang terbakar di dekat Murça. Pada hari Jumat, seorang pilot Portugis tewas ketika pesawatnya jatuh saat berusah memadamkan api api di kota utara Torre de Moncorvo.

Secara total, lebih dari 37.000 orang juga telah terpaksa meninggalkan rumah dan tempat liburan musim panas mereka di wilayah Gironde selatan di Prancis sejak kebakaran hutan dimulai pada 12 Juli.

Pihak berwenang mengevakuasi lebih banyak kota, memindahkan 14.900 orang lagi dari daerah-daerah yang mungkin berada di jalur kebakaran dan asap yang mencekik.

Seorang pria telah ditahan karena dicurigai sengaja menyalakan api di dekat Bordeaux, kata jaksa Prancis dalam sebuah pernyataan.

Ilmuwan iklim mengatakan perubahan iklim akan terus membuat cuaca lebih ekstrem dan kebakaran hutan lebih sering dan merusak kecuali pemerintah mengambil tindakan tegas untuk menghentikannya.