Home Ekonomi Menparekraf Optimistis Desa Wisata Kampong Melayu BML Tingkatkan Ekonomi Warga

Menparekraf Optimistis Desa Wisata Kampong Melayu BML Tingkatkan Ekonomi Warga

Jakarta, Gatra.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, optimistis bahwa Desa Wisata Kampong Melayu BML di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), dapat meningkatkan perekonomian warga.

Sandi, demikian orang nomor satu di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini karib disapa, mengatakan, peningkatan ekonomi warga tersebut sebagaimana yang disampaikan warga dalam dialog.

Sandi mengungkapkan, salah satunya disampaikan Ian, pemilik usaha jasa penyewaan sampan di Desa Wisata Kampong Melayu BML. Menurut dia, penghasilannya meningkat signifikan setelah Kampong Melayu BML dibangun menjadi desa wisata.

“Saya sangat optimistis jika kita terus melakukan pembangunan yang berpihak kepada penghasilan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam keterangan pers, Sabtu (6/8).

Menurutnya, pembangunan Desa Wisata Kampong Melayu BML juga tentunya akan membuka lapangan kerja di antaranya di sektor parekraf yang menjadi fokus dari Desa Wisata Kampung Melayu BML.

“Kita bisa. Mudah-mudahan nanti menciptakan yang Indonesia sejahtera adil dan makmur,” kata Sandi.

Menurutnya, keberlanjutan tongkat estafet pemerintahan agar pembangunan-pembangunan di Kalbar dapat terus berlanjut dan ditingkatkan untuk kesejahteraan warganya.

Baca Juga: Sandi Kerahkan Desa Wisata DIY jadi Destinasi ASEAN Tourism Forum

“Kami yakin dengan kebersamaan, kita bangun pariwisata dan ekonomi kreatif. Selamat kepada Desa Wisata Kampung Melayu BML,” ujar Sandi.

Sandi sempat mengunjungi Desa Wisata Kampong Melayu BML. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari roadshow dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Sandi tiba beserta rombongan di Waterfront pintu jalan Barito didampingi Gubernur Kalbar, Sutarmidji, dan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Masyarakat langsung menyambutnya hangat. Tradisi palang pintu, aksi silat, serta tradisi tabur beras kuning menambah kesemarakan seremonial penyambutan yang dipimpin oleh tetua tokoh agama setempat.

Masyarakat mengajak Sandi dan rombongan untuk mengikuti irama Tarian Jepen. Itu merupakan tarian tradisional yang merepresentasikan kebudayaan Melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja.

Selepas penyambutan tersebut, Sandi lantas mencoba cucol meriam karbit. Itu merupakan sebuah tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini dan biasanya dimainkan saat puasa, Lebaran, dan tahun baru.

Desa Wisata Kampung Melayu BML masuk dalam 50 desa wisata terbaik ADWI 2022. Desa tersebut akan diberikan pendampingan dan pembinaan oleh mitra strategis Kemenparekraf, yakni Astra, BCA, BNI, dan Grab.

Khusus untuk Desa Wisata Kampung Melayu BML, lanjut Sandi, akan mendapatkan pembinaan dari BCA selama satu tahun. Seperti halnya desa wisata yang lain, destinasi wisata di desa itu telah memenuhi standar penilaian tim juri ADWI 2022.

Baca Juga: Sandiaga Optimistis Desa Wisata Buluh Duri Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Ada tujuh kategori dalam penilaiannya, yakni daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), homestay, toilet umum, digital dan kreatif, Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), dan kelembagaan desa.

Sedangkan untuk potensi Desa Wisata Kampong Melayu BML yang lokasinya berada di tepian Sungai Kapuas, bukan hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga kisah sejarah ragam budaya dengan latar belakang suku yang berbeda-beda.

Sedangkan untuk menuju Desa Kampong Melayu BML harus menempuh jarak 16 kilometer atau sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Supadio, Pontianak. Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Indonesia, yaitu mencapai 1.143 kilometer.

Sungai terpanjang di Indonesia itu menjadi salah satu aspek penting yang memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Susur Sungai Kapuas terdapat kapal wisata yang akan mengajak wisatawan menyusuri Sungai Kapuas dengan menempuh waktu selama 45 menit yang tidak hanya menawarkan pemandangan sungai, tetapi juga kudapan yang bisa dinikmati langsung di atas kapal.

Selanjutnya ada Promanade Waterfront, salah satu kawasan ruang terbuka dan saat ini menjadi tempat bersantai sekaligus spot kulineran juga tempat bermain anak. Bicara soal seni dan budaya ada palang pintu dan silat Melayu. Salah satu adat budaya Melayu yang biasanya mempertemukan dua jawara silat dan dua jawara pemantun serta rombongan pemain musik tradisional lainnya.

Ada pula tarian gabungan empat etnis, yaitu Tionghoa, Dayak, Melayu, dan Madura. Tarian ini adalah hasil kreasi baru yang menggambarkan keharmonisan masyarakat Kalbar dalam heterogenitas komunitas masyarakatnya.

Kemudian, kata dia, Tundang (Pantun Gendang) adalah kesenian tradisional asli Kalbar yang dibawakan secara verbal dan diiringi alat musik gendang dan lainnya. Pantun atau syair yang terdengar berirama, biasanya menyampaikan pesan tentang keadaan atau suasana sekitar.