Home Ekonomi Wacana Harga Pertalite Naik Jadi Rp10 RIbu, Menteri Bahlil: Masih Dihitung

Wacana Harga Pertalite Naik Jadi Rp10 RIbu, Menteri Bahlil: Masih Dihitung

Jakarta, Gatra.com- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menanggapi wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite menjadi Rp10.000/liter. Menurut Bahlil, pemerintah masih menghitung untuk kenaikan harga pertalite. "Masih dihitung," ucapnya kepada wartawan usai konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/9).

Bahlil mengungkapkan saat ini beban subsidi energi yang digelontorkan pemerintah sangatlah besar. Bahkan bisa mencapai Rp600 triliun atau setara dengan 25 persen dari total pendapatan negara.

Di sisi lain, kata Bahlil, pemerintah tidak bisa mencabut serta-merta subsidi BBM seutuhnya karena akan menimbulkan inflasi yang lebih tinggi dari 4 persen. Karena itu, penekanan subsidi, kata Bahlil perlu dilakukan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan rakyat dengan kondisi fiskal.

"Sekarang kita masih split sekitar Rp5 ribu. Ini kan harga yang tinggi yang menjadi beban subsidi kita. Mungkin subsidi tetap ada, tapi angkanya harus diperkecil," ungkapnya.

Permasalah lain yang timbul selama ini, Bahlil menuturkan, penyaluran subsidi BBM tidak tepat sasaran. Ia menyebut masih banyak industri seperti perkebunan maupun tambang yang memanfaatkan subsidi yang bukan menjadi hak mereka.

"Apalagi subsidi itu tidak tepat sasaran. Minyak-minyak itu dikasih kepada oknum-oknum perusahaan kebun, tambang. Pajaknya dari rakyat kecil, subsidinya ke orang yang tidak pantas. Kan enggak fair dong," tuturnya.

Bahlil menambahkan, bahwa subsidi BBM tetap ada tetapi hanya untuk masyarakat ekonomi bawah, motor di bawah 250 cc dan angkutan umum untuk kebutuhan logistik masyarakat. "Tapi yang lainnya tidak ada subsidi," ujarnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga keekonomian BBM jenis Pertalite sebenarnya berada di angka Rp17.100/liter. Namun di lapangan saat ini, masyarakat masih menemukan harga Pertalite sebesar Rp7.650/liter. Maka, selama ini pemerintah mensubsidi Pertalite sekitar Rp9.450/liter.

"Coba di negara kita bayangkan Pertalite naik dari Rp7.650 harga sekarang, kemudian jadi harga yang benar Rp17.100. Demonya berapa lama?," kata Jokowi beberapa waktu lalu.