Home Gaya Hidup Kelola Limbah Minyak Jelantah melalui j-lantah

Kelola Limbah Minyak Jelantah melalui j-lantah

Jakarta, Gatra.com - Sebesar 91% minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) diproduksi dari tingkat rumah tangga. Hal ini memunculkan limbah minyak yang sampai saat pengelolaannya belum maksimal dilakukan. Padahal, limbah minyak dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku biodiesel.

Mengamati banyaknya limbah minyak, PT Sejahtera Karna Menggoreng (SKM) hadir untuk mengatasi permasalahaan ini dan mengelolanya dalam skema bisnis.

Berdiri sejak Oktober 2021 lalu, PT SKM meluncurkan sebuah aplikasi, j-lantah, untuk mengumpulkan minyak goreng yang diproduksi rumah tangga.

General Manager PT SKM, Fachrul Fauzi, menuturkan, ini dilakukan untuk mengurangi pencemaran sekaligus menjadikan limbah menjadi bisa digunakan kembali.

"Dari statistik yang kita punya, dari dua orang bisa menghasilkan minyak jelantah sejumlah satu liter dalam sebulan," ucap Fachrul dalam acara peluncuran aplikasi j-lantah di Jakarta, Sabtu (27/8).

Minyak jelantah yang biasanya dibuang, bisa dikumpulkan hingga minimal 1 liter untuk disetorkan dan diganti dengan sistem poin. Pengguna yang ingin menyetorkan bisa mendaftar melalui aplikasi dan menunggu mitra penjemput datang untuk mengambil minyak tersebut. Tidak perlu menunggu hingga 5 atau 10 liter, pengguna sudah bisa membuat 1 liter limbah diolah kembali.

Direktur PT SKM, Heri Susanto menyebut bahwa pembentukan awal aplikasi ini tidak mudah karena harus mengurus banyak perizinan dari berbagai pihak.

"Kita mengurus ijin ke dishub, polisi, perindustrian, hingga yang terakir ke lingkungan. Target kita,100.000 user hingga akhir tahun. Kita juga mempertimbangkan sisa 4 bulan di tahun ini," jelasnya

Selain bermitra dengan pengemudi, PT SKM telah bekerja sama dengan produsen biodiesel sehingga pengelolaan lebih optimal.

Heri menyebutkan, sistem poin yang digunakan menerapkan sistem 1 poin  yang dapat ditukar dengan Rp1 atau produk kebutuhan rumah tangga.

Awal peluncuran dilakukan di Jabodetabek. j-lantah menjadi perantara untuk mengumpulkan limbah minyak jelantah. Sebanyak 16 juta liter minyak jelantah diproyeksikan dapat dikumpulkan dan diolah untuk biodiesel di dalam negeri maupun eksportir.