Home Info Sawit Cerita Miris Anak Petani Sawit Teluk Bintuni

Cerita Miris Anak Petani Sawit Teluk Bintuni

Manokwari, Gatra.com - Miris! Bisa jadi kata-kata itu yang langsung terlontar. Gara-gara sinyal telekomunikasi yang tak mendukung, Andrianus Ryan Wadu, Doni Prasetyo, Purwanto, Yulius Caesar Y.B. Tani, Yungki Syahrullah dan Andreas Apy terpaksa mengurut dada, mengubur harapan mereka dalam-dalam.

Sebab gara-gara sinyal itu, anak-anak asal Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat ini tak bisa menikmati dana beasiswa kelapa sawit program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang digelar tahun ini. Mereka kesulitan meng-upload berkas yang diminta oleh panitia melalui website.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW-Apkasindo) Papua Barat, Dorteus Paiki cerita, anak-anak tadi bukan tidak berusaha gimana caranya supaya berkas-berkas mereka masuk dalam sistem di internet. Tapi itu tadilah, saban di-upload, selalu gagal. 

"Mereka tidak tinggal di kota, tapi di Distrik Babo. Untuk mendaftar beasiswa itu mereka harus naik perahu ke ibukota Kabupaten selama 1,5 jam. Itu kalau ombak tidak besar. Tapi kalau ombak besar, bisa 2 jam mereka baru sampai. Nah, di Bintuni, ibukota kabupaten saja sinyal tidak ada, apalagi di kecamatan (distrik)," katanya saat berbincang dengan Gatra.com di rumahnya di kawasan Kampung Prafi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, tadi malam.

Memang kata ayah emapat anak ini, sempat juga berkas empat orang anak ter-upload, tapi lagi-lagi lantaran berkas itu belum lengkap dan harus dilengkapi, sisanya tak bisa lagi di-upload.

Kejadian ini pun langsung dilaporkan Paiki ke DPP Apkasindo. "Bapak Ketua Umum mengaku miris mendengarnya dan berjanji akan mengusahakan agar anak-anak kami itu tetap bisa kuliah," kata lelaki 59 tahun ini.

Dari informasi lanjutan yang diterima Paiki, kabarnya keenam orang anak-anak itu bakal dapat beasiswa dari kampus-kampus penyelenggara beasiswa sawit.

"Mereka akan dibagi ke kampus-kampus yang ada. Itu informasi yang saya dapat dan Direktorat Jenderal Perkebunan kabarnya setuju," katanya.

Tahun ini, DPW Apkasindo Papua Barat mengirimkan 18 orang anak-anak petani dan buruh tani kelapa sawit untuk ikut seleksi beasiswa sawit. Dua belas orang di antaranya berasal dari Kabupaten Manokwari, sisanya dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Ini kelihatan dari surat rekomendasi DPW Apkasindo Papua Barat yang diteken langsung oleh ketuanya, Benny Inday, pada 19 Agustus 2022.

Adapun yang 12 orang, nasibnya belum jelas lantaran sampai hari ini belum ada pengumuman resmi dari penyelenggara beasiswa tentang siapa saja para calon yang lolos untuk menjadi mahasiswa beasiswa sawit 2022.