Home Nasional Warga Jentu Nikmati Air Bersih dan Pengolahan Limbah Berkonsep SWG UNICEF

Warga Jentu Nikmati Air Bersih dan Pengolahan Limbah Berkonsep SWG UNICEF

Jakarta, Gatra.com – Warga Dusun Jentu, Desa Sentabai, Kecamatan Selat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), menikmati sanitasi terpadu, yakni air besih dan pengolaan limbah berkonsep Safe Water Garden (SWG) UNICEF.

CCSD & Marketing Division Head PT Wahana Duta Jaya Rucika, Sandhy Kurniawan, dalam keterangan tertulis, Senin (12/9), menyampaikan, pihaknya bekerja sama LooLa Adventure Resort untuk membangun sistem sanitasi tersebut.

“Sebanyak 30 unit sistem sanitasi dibangun untuk memenuhi kebutuhan 30 rumah warga di permukiman tersebut agar sistem sanitasi di sekitar menjadi lebih sehat,” katanya.

Baca Juga: USAID Bantu Pemenuhan Air Bersih Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Menurutnya, sistem pengolahan limbah menerapkan SWG yang dikembangkan dari konsep asli UNICEF ini telah memberikan banyak manfaat, tidak hanya sebatas sistem sanitasi yang baik dan lebih sehat, namun juga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat setempat.

Adapun cara kerja pengelolaan limbah dari toilet atau air mandi menggunakan SWG, yakni air tersebut dialirkan dalam tangki air menggunakan pipa. Selanjutnya, limbah itu terurai secara alami di dalam tangki air plastik yang kedap udara tanpa chemical apapun.

Menurutnya, penyesuian tinggi pipa yang keluar dari tangki, air yang keluar melalui pipa yang dilubangi sepanjang 8–10 mm, agar dapat tersalurkan ke kebun resapan. Halaman rumah penduduk dapat digunakan untuk bercocok tanam, sehingga bisa menjadi sumber pangan atau penghasilan masyarakat.

“Ini adalah ke-3 kalinya kami dapat kembali mendukung program SWG di Indonesia. Kali ini kami sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam program SWG di Dusun Jentu, Kabar,” kata Sandhy.

Ia menjelaskan, seperti halnya yang telah dilakukan pihaknya di permukiman Bumi Indah, Kepulauan Riau (Kepri) dan Desa Nagrak, Jawa Barat (Jabar), beberapa waktu lalu, para penduduk Jentu, Kalbar pun sangat puas akan sistem sanitasi SWG.

Sandhy menyampaikan, ini merupakan komitmen pihaknya dalam memberika solusi total sistem perpipaan dan sesuai dengan program Sustainable Development Goals (SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang erat kaitannya dengan sistem plambing, salah satunya tentang clean water & sanitation, saluran air bersih serta saluran untuk sanitasi.

“Padahal sistem sanitasi ini merupakan salah satu hal yang sangat krusial dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik, bersih, dan sehat,” katanya.

Baca Juga: Perlu Kolaborasi Demi Atasi Kendala Akses Air Bersih di Jakarta

Adapun kelebihan SWG, lanjut Sandhy, selain memberikan saluran air limbah yang terpadu, juga dapat menciptakan kegiatan yang produktif bagi masyarakat yang menerapkannya. Penyerapan limbah dapat menjadi pupuk sehingga terciptanya kebun resapan yang dapat digarap oleh penduduk setempat sehingga mereka dapat menikmati hasil panennya.

Ia mengungkapkan, peresmian sekaligus peninjauan dan peresmian proyek berkonsep Safe SWG itu dihadiri oleh camat Cilat Ilir, Kapuas Hulu, Kabar, Indra Yadi; dan Kepala Desa Sentabai, Alex Sander Ulex; beserta warga desa setempat.

“Kami berharap Rucika dapat terus mendukung program SWG ini di lokasi lainnya di Indonesia,” katanya.