Home Gaya Hidup Bangun Safety Riding Centre, AHM Dukung Terciptanya Budaya Keselamatan Berkendara

Bangun Safety Riding Centre, AHM Dukung Terciptanya Budaya Keselamatan Berkendara

Jakarta, Gatra.com - Astra Honda Motor (AHM) mendirikan Safety Riding Center untuk melatih para pengendara agar lebih aman berkendara di jalan. Hal ini juga dimaksudkan untuk merealisasikan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang menargetkan penurunan jumlah korban akibat berkendara di jalan tur hingga 16.450 Jiwa atau setara 80 persen pada tahun 2040.

Sebagaimana disampaikan dalam Rapat Stempel Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai upaya penanganan kecelakaan motor, AHM pun telah melakukan pengupayaan yang selaras sejak tahun 2020. Dijelaskan AHM Safety Riding Manager, Johanes Lucky, fasilitas tersebut pun kini telah tersebar di beberapa kota seperti Medan, Riau, Jambi, Serang, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bekasi.

“Kita udah mulai 2002, sebenarnya. Terus 2007, kita mulai bikin fasilitas pelatihan untuk berkendara sepeda motor. Per tahun 2022 jumlah pengguna sudah sampai 8.331 orang,” kata Johanes kepada Gatra.com, Selasa (13/9).

Baca JugaServer di Singapura, Jamin Data Pelanggan Tidak Bocor

Johanes juga sempat bersosialisasi dengan masyarakat untuk menawarkan fasilitas belajar naik motor ke tempat pelatihan pengendara dari AHM tersebut. Selanjutnya, ia menjelaskan tidak hanya belajar cara mengendarai motor, namun juga menggunakan instrumen motor, berinteraksi dengan pengguna jalan lainnya dan memprediksi bahaya

Fasiltas edukasi yang diberikan berupa simulator yang digunakan untuk mempelajari prediksi bahaya saat berkendara, dimana ini tersedia di 940 dealer di Indonesia dengan jumlah pengguna sebanyak 856.947 tahun ini.

Fasiltas Safety Riding di sekolah juga hadir di sekolah dengan nama “Safety Riding Labs” yang tersedia di SMK MM2100, SMK Walisongo Menes, SMK Panca Abdi Bangsa, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMA Bali Mandara.

Peserta dalam edukasi Safety Riding Center berada di seluruh Indonesia dengan rentang usia anak-anak hingga dewasa. Selama pelatihan berlangsung, AHM sejauh ini melibatkan kepolisian dari mereka sendiri karena sesuai dengan kompetensi AHM sebagai penggunaan produk kendaraan roda dua.

Baca JugaBBM Naik, Motor Setrum Kini Jadi Solusi!

"Selain itu, alat yang digunakan untuk memproteksi diri adalah protektor sikut dan lutut guna mengupgrade skill hingga seberapa batas yang ditentukan. Semakin banyak protektornya, semakin tinggi batasannya," ujarnya.

Para instruktur di Safety Riding Center AHM sudah terlatih dalam menggunakan P3K untuk para peserta jika mengalami luka ringan. Jika semakin berat, mereka akan dibantu oleh paramedis.

Masa pelatihannya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Ada yang satu hingga dua jam sehari untuk menguasai motor. Khusus untuk instruktur dapat mencapai 10 hari karena outputnya untuk menjadi instruktur.

"Penilaian yang diberikan pun berjenjang mulai dari sebelum hingga selesai training. Kemudian, usai di edukasi, peserta akan dinilai lagi. Untuk menentukan lulus atau tidaknya dari hasil akhirnya, apakah sudah atau belum memenuhi standar," tegasnya.