Home Regional Aksi Dorong Motor ke Gedung DPRD, Aliansi Mahasiswa Jepara Tolak Kenaikan BBM

Aksi Dorong Motor ke Gedung DPRD, Aliansi Mahasiswa Jepara Tolak Kenaikan BBM

Jepara, Gatra.com - Aliansi Mahasiswa menggelar aksi dorong motor ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, sebagai aksi demo menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Aliansi Mahasiswa terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Jepara, Rabu (14/9).

Baca Juga: Demo Tolak Kenaikan BBM, KASBI dan Mahasiswa Mulai Padati Kawasan Patung Kuda

Aksi unjuk rasa dimulai pada pukul 09.47 WIB. Sekitar 300 mahasiswa memadati pintu gerbang DPRD, sambil melakukan orasi. Hingga mahasiswa diterima Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Haizul Maarif bersama Penjabat (Pj.) Bupati Jepara, Edy Supriyanta dan para pejabat terkait.

Presiden BEM Unisnu, Abdullah Fatih menyatakan secara keras menolak kenaikan BBM dari pemerintah. Kenaikan BBM dinilai menambah beban penderitaan rakyat. Ia juga mempertanyakan skala prioritas pemerintah.

Baca Juga: Pemerintah Harusnya Restrukturisasi Harga BBM

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Bahwa masyarakat saat ini menderita. Yang harus diselesaikan adalah pembenahan sistem bukan menaikan harga BBM,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kabupaten Jepara, Muhammad Ghofaruddin Zakaria menjelaskan, di tahun 2022 terjadi kenaikan tarif BBM sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan. Padahal di sisi lain, keadaan masyarakat Jepara sedang merangkak untuk pulih dan bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi paska pandemi.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pengamat: Lebih Baik Uang Pensiunan DPR yang Dicabut, Pemborosan!

“Masyarakat sedang berusaha bangkit menstabilkan ekonomi usai pandemi melanda. Namun dengan entengnya, pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi,” kata dia.

Pimpinan Cabang (PC) PMII Kabupaten Jepara, Muhammad Ghola Mushoffi juga menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM.

“Kami mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran,” katanya.

Haizul mengatakan, akan menyampaikan desakan Aliansi Mahasiswa Jepara kepada pemerintah pusat. Karena pada dasarnya, legislatif hanya wadah atau jembatan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

“Sudah semestinya, akan saya sampaikan kepada pemerintah pusat, agar mengkaji ulang kebijakan kenaikan harga BBM,” katanya.