Home Internasional Protes atas Kematian Mahsa Amini di Iran, 4 Demonstran Tewas Tertembak

Protes atas Kematian Mahsa Amini di Iran, 4 Demonstran Tewas Tertembak

Teheran, Gatra.com - Kelompok hak asasi Kurdi Iran mengungkapkan pada hari Senin bahwa setidaknya empat orang tewas, puluhan lainnya terluka, dan seorang gadis 10 tahun berada dalam kondisi kritis setelah ditembak di kepala oleh pasukan keamanan Iran,  selama protes anti-pemerintah yang dipicu kematian seorang wanita muda dalam tahanan polisi.

Al Arabiya melaporkan, Senin (19/9), protes yang dipicu kematian wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun yalni Mahsa Amini meningkat pada Senin malam, dan menyebar ke beberapa kota dan berubah menjadi kekerasan di beberapa daerah.

Kelompok hak asasi Manusia, Hengaw mengatakan pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di kota Saqqez, kampung halaman Amini, di provinsi Kurdistan, dan menewaskan dua orang.

Baca Juga: Protes Kenaikan Bahan Bakar, 106 Demonstran Tewas di Iran

Di Divandarreh, juga di provinsi Kurdistan, di mana bentrokan hebat terjadi antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.  “Setidaknya dua warga – Fouad Qadimi dan Mohsen Mohammadi – meninggal setelah dibawa ke Rumah Sakit Kosar di Sanandaj dan 15 lainnya terluka,” kata Hengaw.

Kelompok hak asasi juga mengatakan bahwa seorang gadis berusia 10 tahun berada dalam kondisi kritis setelah ditembak di kepala di Bukan, sebuah kota di provinsi Azerbaijan Barat.

Para pengunjuk rasa di beberapa kota bentrok dengan pasukan keamanan pada Senin malam dan meneriakkan slogan-slogan menentang rezim dan otoritas tertingginya, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Sebagaimana video yang mereka bagikan di Twitter.

Sebuah video yang dibagikan oleh @1500tasvir, akun Twitter Iran yang melaporkan protes di Iran, menunjukkan para demonstran di Teheran berusaha membalikkan kendaraan polisi setelah kaca jendelanya dipecah.

Video lain dari Teheran menunjukkan pengunjuk rasa bentrok dengan serangan meriam air yang dikerahkan polisi anti huru hara, ketika berusaha membubarkan demonstran.

Baca Juga: Demonstrasi Tandingan dari Ribuan Orang Pro-Pemerintah Iran

“Kami akan berjuang, kami akan mati, kami akan merebut kembali Iran,” teriak pengunjuk rasa di Teheran dalam satu video yang dibagikan di Twitter. 

Protes juga pecah di timur laut kota Mashhad, tempat kelahiran Khamenei, dengan demonstran meneriakkan "matilah Republik Islam," dalam sebuah rekaman yang beredar di Twitter.

Di kota utara Rasht, pengunjuk rasa juga meneriakkan "matilah diktator," mengacu pada Khamenei, dalam menurut sebuah video yang dibagikan di Twitter.

Video lain dari Rasht menunjukkan pasukan keamanan melarikan diri dari pengunjuk rasa.

Al Arabiya tidak dapat memverifikasi keaslian video secara independen.

Observatorium pemblokiran internet NetBlocks melaporkan gangguan total pada konektivitas internet berlangsung di Sanandaj, ibu kota provinsi provinsi Kurdistan pada hari Jumat.

Pihak berwenang Iran biasanya membatasi akses internet selama protes anti-pemerintah untuk menghalangi demonstrasi.

Protes dimulai setelah Amini dinyatakan meninggal pada hari Jumat. Amini mengalami koma tak lama setelah dia ditahan oleh polisi syariah karena tidak mematuhi aturan jilbab ketat, rezim di Teheran pada 13 September.

Baca Juga: Iran Membara

Polisi Teheran mengatakan Amini tiba-tiba mengalami masalah jantung saat ditahan, dan media yang dikelola pemerintah menerbitkan laporan yang mengklaim bahwa dia menderita berbagai gangguan kesehatan sebelum penangkapannya.

Namun orang tua Amini mengatakan bahwa putri mereka tidak memiliki masalah kesehatan sebelum ditahan. Aktivis mengatakan dia dipukuli saat ditahan, sehingga menyebabkan luka serius yang akhirnya meninggal.

Jilbab, yang diwajibkan bagi wanita di Iran tak lama setelah revolusi 1979 di negara itu, dianggap sebagai ‘garis merah’ bagi para penguasa teokratis Iran. Wanita yang melanggar aturan berpakaian yang ketat berisiko dilecehkan dan ditangkap oleh polisi ‘moral’ Iran.

Berdasarkan aturan berpakaian, wanita diwajibkan untuk menutupi rambut mereka sepenuhnya di depan umum dan mengenakan pakaian yang panjang dan longgar.