Home Nasional Soal IKN, TNI AL Respons Permintaan Kontribusi dari Pemerintah

Soal IKN, TNI AL Respons Permintaan Kontribusi dari Pemerintah

Jakarta, Gatra.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menjadi pembicaraan khalayak pemerintah dan masyarakat luas, seiring dengan sejumlah negara yang berinvestasi di IKN dan lembaga negara hingga alat pertahanan nasional yang pindah, salah satunya TNI.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menyampaikan bagaimana TNI AL merespons permintaan kontribusi dari pemerintah di IKN.

"Di IKN nanti akan disiapkan lahan sekitar 400 hektar untuk Mabesnya, Mabes AL. Ada Mabes TNI, Mabes AL, Mabes AU dan Mabes AD. Ya, kesana semua. Kemudian untuk yang pertahanannnya, otomatis memghambat musuh yang akan ancamannya disitu kan lebih pada rudal. Rudal jarak jauh. Rudal jarak jauh ini yang kemarin saya petakan itu yang memungkinkan dari Selat Makassar," jelas Yudo.

Baca Juga: TNI AL akan Dirikan Dua Kodamar untuk Cegah Serangan dari Laut ke IKN

Yudo mengungkapkan kapal selam dapat beroperasi di Selat Makassar karena kedalaman lautnya hingga 2.000 meter. Namun, untuk di wilayah Barat, tepatnya dari Pontianak hingga Laut Cina Selatan penembakan rudal jaraknya jauh.

Yudo mengungkapkan daerah rawan ancaman dari laut adalah Laut Sulawesi dan Selat Makassar, sehingga Yudo akan membentuk komando daerah maritim di Pangkalan TNI AL di Tarakan dan Balikpapan, yang berfungsi untuk menghambat lajunya musuh yang masuk ke wilayah dan pertahanan pantai. 

Selain personel, ada pula kapal beserta peralatan lainnya yang mendukung pertahanan perairan di IKN. Jika terjadi perang, Yudo menyampaikan bahwa pasukan komando daerah maritim dapat meranjau daerah yang disinggahi musuh, sehingga tidak masuk menguasai pantai dan menenerjunkan atau mendaratkan pasukan dari laut.

Baca Juga: Waduh! Provinsi Pintu Gerbang IKN Nusantara Belum Merdeka Sinyal

Yudo mengaku harus menghambat masuknya musuh yang melalui laut atau menghambat agar kapal-kapal musuh tidak masuk ke Selat Makassar. Selanjutnya, kapal-kapal tersebut harus dihambat atau dihancurkan terlebih dahulu di Laut Sulawesi.

Program ini belum disampaikan ke pemerintah dan jika Yudo dipanggil untuk ditanyakan apa saja program TNI AL. Program di atas menjadi konsep pertahanan laut, namun sudah didiskusikan di Seskoal dan rencana dari konsep tersebut akan disusun sedemikian rupa. Kemudian, ia akan membuat buku tentang pertahanan IKN.

Yudo berharap bahwa rancangan konsep pertahanan laut miliknya diwujudkan menggaunkan pertahanan bawah laut TNI AL. Meskipun, ia membutuhkan sarana prasarana. Kemudian, untuk pertahanan lautnya ada berapa kapal milik Lantamal yang bisa digunakan dan berapa banyak rudal pantai yang dibutuhkan.

Baca Juga: Yudo Margono Paling Berpeluang Jadi Panglima TNI, Faktor Ini Jadi Alasannya

Yudo telah menyiapkan bahan ketahanan pangan di kapal selain senjata dan pasukan karena stok logistik pangan tidak memenangkan pertempuran. Meskipun begitu, pasukan tidak akan menang jika tidak ada ketahanan pangan di kapal, sehingga harus dihitung berapa banyak logistik yang dibutuhkan untuk berlayar selama berhari-hari.

Logistik yang dimaksud selain pangan dan senjata antara lain peluru, amunisi, bahan bakar dan sebagainya. Bahan bakar dan bahan makanan basah yang digunakan di kapal harus normal penuh agar tidak beli lagi.