Home Ekonomi Konsumsi Listrik di Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Rata-rata

Konsumsi Listrik di Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Rata-rata

Jakarta, Gatra.com - Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development, INDEF Abra Talattov menyatakan bahwa rencana konversi LPG ke Kompor Induksi sebenarnya sudah lama dibicarakan, khususnya pada saat supply listrik berlebih. Menurutnya konversi tersebut perlu adanya pemanfaatan ulang supaya lebih masif lagi.

Sejak awal tahun 2021, kinerja sektor ketenagalistrikan dalam pertumbuhan PDB terus menghasilkan pertumbuhan positif yaitu 9,7% (yoy) sampai TriwulanII-2022.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid 19, Konsumsi Listrik Turun

“Namun kontribusi sektor ketenagalistrikan terhadap PDB dalam tren alami penurunan dari 1% pada Triwulan IV-2019, menyusut jadi 0,86% di Triwulan II-2022,” katanya dalam diskusi Dampak Kenaikan BBM dab Isu Penghapusan Daya Listrik 450VA secara online pada Rabu (21/9).

Ia mengatakan hal itu karena Konsumsii Listrik Nasional pertumbuhannya relatif fruktuasi dibandingkan dengan pertumbuhan Ekonomi. Semestinya, dengan adanya konsumsi listrik yang meningkat mengambarkan bahwa aktivitas ekonomi nasional baik rumah tangga atau industri, itu positif.

“Diharapkan pertumbuhan ekonominya akan maksimal lagi” ujarnya.

Baca Juga: Minta Warga Jangan Resah, Jokowi: Listrik Daya 450 VA Tidak akan Dihapus

Namun, ada juga yang beberapa tahun konsumsi listriknya menurun bahkan cenderung dibawah pertumbuhan ekonomi nasional seperti di tahun 2015 contohnya.

Pada saat itu, Abra mengatakan konsumsi listrik pertumbuhannya hanya 2,14, atau dibawah pertumbuhan PDB yang mencapai 4,8%. Yang paling parah menurutnya ada di tahun 2020 pada masa pandemi, pertumbuhan konsumsi listrik saat itu terkontraksi hingga -6,7%. Namun di tahun berikutnya, konsumsi listriknya sudah membaik mencapai 5,7% dan terus bangkit kembali.

“Kali ini yang menjadi tantangan juga di sektor ketenagalistrikan kita selain pemulihan ekonomi yang baru dimulai pasca pandemi, adalah relatif masih rendahnya pemanfaatan listrik di Indonesia oleh masyarakat kita. Hal itu tercermin dari masih rendahnya konsumsi listrik per Kapita,” ungkapnya.

Baca Juga: Jelang HUT RI, PLN Solo Jamin Pasokan Listrik Aman

Menurutnya, jika dibandingkan negara yang tergabung di G20, Indonesia masih tergolong terkecil dalam hal konsumsi listrik per kapita, yakni 1,1 MWh/kapita.

Sedangkan negara G20 umumnya memiliki tingkat konsumsi listrik cukup besar, dengan angka rata-rata di kisaran 5-6MWh/kapita di tahun 2020.

Abra juga mengungkapkan bahwa negara yang memiliki konsumsi listrik per kapita tertinggi di tahun 2020 adalah Islandia, yakni 51MWh/kapita, diikuti Norwegia 23,2MWh/kapita. Negara anggota Uni Eropa seperti Finlandia, Swedia, Irlandia, Austria, Slovakia, dan lainnya umumnya memiliki tingkat konsumsi listrik di kisaran 5-14MWh/kapita.