Home Ekonomi Pemerintah Suntik Garuda Rp7,5 Triliun, Potensi Utang Diproyeksi akan Menyusut 50 Persen

Pemerintah Suntik Garuda Rp7,5 Triliun, Potensi Utang Diproyeksi akan Menyusut 50 Persen

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Keuangan mengusulkan penambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) sebesar Rp7,5 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut penambahan PMN kepada maskapai pelat merah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan maintenance, restorasi dan modal kerja pasca restrukturisasi.

"Untuk Garuda yang kami mintakan untuk diberikan alokasi dari cadangan pembiayaan sebesar Rp7,5 triliun," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR-RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9).

Adapun rincian penggunaan PMN oleh Garuda Indonesia yaitu 60 persen atau Rp4,5 triliun untuk kebutuhan maintenance, restorasi dan maintenance reserve, serta 40 persen atau sebesar Rp3 triliun untuk modal kerja.

Menkeu menekankan, PMN Rp7,5 triliun akan diberikan kepada Garuda Indonesia melalui skema right issue dengan HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu).

Sebab, menurut dia tanpa right issue dan kesepakatan perdamaian dengan kreditur, penambahan PMN kepada Garuda Indonesia bisa menjadi sia-sia alias tidak menyelesaikan masalah yang ada.

"PMN akan diberikan setelah kesepakatan perdamaian dengan kreditur disahkan melalui putusan homologasi," ungkap Sri Mulyani.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Rionaldo Silaban menuturkan pemberian tambahan PMN kepada Garuda sebesar Rp7,5 triliun diprediksi mampu membuat korporasi kembali menangkap peluang pemulihan tren jumlah penumpang pesawat secara nasional.

Adapun target jumlah penumpang pada 2026 mencapai 131 juta. "Secara proyeksi tren pangsa pasar Indonesia terkait jumlah penumpang pesawat akan mengalami pertumbuhan," ucap Rionaldo.

Melalui penambahan PMN, Kemenkeu memproyeksikan potensi utang Garuda akan menyusut pasca-restrukturisasi dari US$10,1 miliar menjadi US$ 5,1 miliar atau turun 50 persen.

Ia menyebut hingga tengah semester tahun 2022, kondisi Garuda Indonesia menunjukkan perbaikan. Di mana pendapatan usaha sudah lebih besar dari beban usaha.

Rionaldo pun mengatakan Garuda Indonesia diproyeksikan akan mencetak laba hingga 18,75 persen per tahun melalui restrukturisasi dan penambahan PMN untuk mendukung inisiatif strategisnya.

"Dengan mengimplementasikan inisiatif-inisiatif strategis perseroan dan didukung pemerintah, Garuda diharap dapat menjadi profitable dengan pendapatan 2022-2026 tumbuh 18,75 persen per tahun," pungkas Rionaldo.