Home Internasional Israel akan Menjual Sistem Pertahanan Udara ke UEA

Israel akan Menjual Sistem Pertahanan Udara ke UEA

Tel Aviv, Gatra.com - Israel telah setuju untuk menjual sistem pertahanan udara canggih anti rudal (Iron Dome) ke Uni Emirate Arab (UEA).

Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut membenarkan bahwa kesepakatan itu yang pertama di antara mereka sejak menjalin hubungan pada tahun 2020.

Israel dan UEA sekutu AS berbagi ketakutan utama, kendati Iran memperoleh senjata nuklir, sebuah ambisi yang dibantah Teheran.

“Israel menyetujui permintaan UEA di tengah musim panas dan akan memasok ke negara Teluk sistem pencegat seluler SPYDER buatan Rafael,” kata dua sumber tersebut, dikutip Reuters, Kamis (22/9).

Namun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut karena sifatnya sensitif dari kesepakatan itu.

Baca Juga: Ukraina Desak Ingin Membeli Iron Dome Israel

Adapun sumber ketiga mengatakan UEA telah memperoleh teknologi Israel yang mampu memerangi serangan pesawat tak berawak, drone seperti yang melanda Abu Dhabi awal tahun ini.

Kementerian pertahanan Israel dan produsen SPYDER Rafael menolak berkomentar. Kementerian luar negeri UEA juga enggan berkomentar.

Tidak jelas berapa banyak drone pencegat akan disepakati, yang nantinya akan dipasang pada kendaraan dan dapat bertahan dari ancaman jarak pendek hingga jarak jauh. 

Ditanya apakah Israel menyediakan UEA dengan sistem pertahanan udara, Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan parlemen Israel Ram Ben-Barak mengatakan kepada radio Israel pada 20 September bahwa ada kerja sama luas dengan UEA, namun menolak berkomentar lebih lanjut soal masalah itu.

Rafael mengatakan SPYDER dapat mempertahankan area yang luas dari ancaman seperti drone, rudal jelajah, pesawat serang, helikopter, dan pembom, termasuk dari jarak rendah.

Baca Juga: Alasan Korea Selatan Kembangkan Iron Dome Ala Israel

Presiden Isaac Herzog, saat mengunjungi UEA pada Januari ketika serangan yang dicegat terjadi, mengatakan Israel mendukung kebutuhan keamanan UEA. Pekan lalu Perdana Menteri Yair Lapid mengatakan bahwa dia ngeri mengetahui serangan terhadap UEA selama ini dan Israel mendukung dan ingin bersama UEA.

Sebagian besar serangan terhadap UEA diklaim datangnya dari milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang selama ini telah diperangi UEA dalam perang di Yaman dan sebagai bagian dari Koalisi Arab yang berusaha memulihkan pemerintah yang digulingkan.

Baca Juga: Setelah UEA, Kini Israel Mengincar Indonesia Jalin Hubungan Diplomatik

Penasihat diplomatik presiden UEA, Anwar Gargash mengatakan kepada wartawan pada bulan Juli bahwa UEA akan mempertimbangkan apa pun yang melindungi negara dari serangan drone dan rudal, selama itu defensif dan tidak menargetkan negara ketiga.

Negara Teluk seperti Bahrain juga menjalin hubungan dengan Israel pada tahun 2020 dan keduanya menandatangani perjanjian keamanan. Israel dan UEA tahun ini menandatangani kesepakatan perdagangan bebas. Itu kerja sama pertama Israel dengan negara Arab. Negosiasi dengan Bahrain baru dimulai minggu ini.