Home Kesehatan Epidemiolog: Indonesia Siap Tinggalkan Fase Gawat Darurat Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Siap Tinggalkan Fase Gawat Darurat Covid-19

Jakarta, Gatra.com - Epidemiolog dr. Iwan Ariawan menyebut Indonesia telah siap meninggalkan fase gawat darurat pandemi Covid-19. Hal tersebut ia katakan, dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali.

"Indonesia ini, kita sudah siap nih, meninggalkan fase akut atau fase kegawatdaruratan dari pandemi Covid-19, menuju fase yang lebih nyaman," ujar Iwan Ariawan dalam acara "Meet the Expert: Kapan Pandemi Berakhir?" yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada Jumat (23/9).

Iwan menyebut, terkendalinya Covid-19 di Indonesia adalah kerja sama dari semua pihak. Tak terkecuali pemerintah dan masyarakat.

Baca juga: Sinergi Kemenkes dan Kemenkeu Menjelang G20 

Hal itu dapat tergambar dari banyaknya masyarakat Indonesia yang telah memiliki antibodi terhadap SARS-Cov-2. Berdasarkan survei serologi SARS-CoV-2 di Indonesia Kemenkes dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) pada Juli 2022, sebanyak 98.0% - 98.8% masyarakat Indonesia memiliki antibodi tersebut.

"Dengan banyaknya penduduk yang memiliki antibodi ini, ini paling tidak, risiko untuk menjadi Covid-19 berat (atau) meninggal kalau mereka terinfeksi Covid-19 itu jauh lebih kecil," jelas Iwan dalam pemaparannya.

Tak hanya kuantitas penduduknya, tapi kadar antibodi yang dimiliki oleh masing-masing individu pun mengalami peningkatan pesat. Bahkan, kadar antibodi pada Juli 2022 menjadi empat kali lebih besar dengan 2097 U/mL, dibanding kadar pada Desember 2021 dengan 444,1 U/mL.

Baca juga: WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 di Depan Mata, Kemenkes Siapkan Transisi Menuju Endemi

"Tentunya kita harapkan, kadarnya meningkat bukan karena terinfeksi, tapi dari vaksinasi," kata Iwan.

Pasalnya, papar Iwan, ada perbedaan kadar antibodi yang cukup signifikan antara masyarakat yang belum melakukan vaksinasi, yang sudah melakukan vaksinasi 1, vaksinasi 2, ataupun booster. Di mana, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi booster cenderung memiliki kadar antibodi yang lebih tinggi dibanding tiga kelompok masyarakat lainnya.

Baca juga: Menuju Endemi Covid-19, Vaksinasi Booster Harus Dilakukan

Dengan kondisi tersebut, menurut Iwan, Indonesia dapat lolos dari fase gawat darurat tadi. Hanya saja, Indonesia perlu menjaga tingkat kekebalan penduduk agar tetap tinggi, tetap mengejar target vaksinasi di kalangan masyarakat, tetap menjaga protokol kesehatan, dan tetap melakukan pengamatan yang terus-menerus dan sistematis (surveilans) terhadap kasus Covid-19.