Home Ekonomi Sri Mulyani Sebut Perekonomian Indonesia Hingga Agustus 2022 Membaik, Tumbuh Hinga 5,4%

Sri Mulyani Sebut Perekonomian Indonesia Hingga Agustus 2022 Membaik, Tumbuh Hinga 5,4%

Jakarta, Gatra.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa kinerja perekonomian Indonesia sampai dengan Agustus 2022 cenderung semakin membaik. Kemenkeu mencatat, perekonomian negara selama periode tersebut dapat tumbuh hingga 5,4%. Bahkan, level Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada semester pertama 2022 telah melebihi level PDB pra pandemi Covid-19.

“Indonesia sampai dengan semester 1 Tahun 2022 ini, level dari GDP kita sudah 7,1% di atas level sebelum terjadinya pandemi. Ini berarti kita sudah recover dari sisi level ekonominya," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Senin (26/9).

Baca JugaSoal Kondisi Investasi Indonesia, Bahlil: Posisi Baik dan On The Track

Sri mengatakan, perbaikan kinerja ekonomi Indonesia tidak lepas dari dukungan di berbagai sektor. Salah satu di antaranya meliputi kinerja ekspor yang cukup impresif. Hal tersebut pada akhirnya mencatatkan surplus pada neraca perdagangan mencapai USD 5,76 miliar sampai dengan Agustus 2022.

“Ekspor sekali lagi membukukan kenaikan yang cukup impresif. Kita lihat di bulan Agustus bahkan mencapai USD 27,9 miliar. Ini tertinggi dalam sejarah kita,” kata Sri dalam kesempatan tersebut.

Sejumlah lembaga internasional pun memprediksi bahwa level perekonomian Indonesia akan berada pada angka antara 5,1% hingga 5,4% untuk tahun 2022. 

Hal tersebut berlandaskan pada angka pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 5,4%. Disusul dengan indeks PMI ekspansif di angka 51,7. Tak terkecuali pertumbuhan konsumsi listrik yang mencapai 24,1%, pertumbuhan sektor industri sebesar 11,2%, pertumbuhan kapasitas produksi manufaktur dan pertambangan, serta Mandiri Spending Index yang menunjukkan level optimis.

Baca JugaSri Mulyani Klaim Pengelolaan APBN Semakin Baik, Apa Buktinya?

"Ini menggambarkan bahwa confidence dan juga kinerja dari perekonomian Indonesia dianggap cukup resilience terhadap kemungkinan terjadinya perlemahan ekonomi global. Ini tentu sesuatu yang positif tapi perlu kita jaga,” ungkap Sri Mulyani.

Capaian tersebut, jelas Sri, tentu tak lepas dari kinerja positif Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kinerja APBN pun disebutnya sebagai pondasi utama dalam mengantisipasi ketidakpastian perekonomian global dan dampak inflasi.

“Kondisi inilah yang terus akan kita monitor dan tentu kita kelola untuk tidak berimbas terlalu besar pada perekonomian dalam negeri dan juga pada kinerja dari APBN kita," ucap Sri Mulyani.

55