Home Internasional Lima Hari Referendum, Presiden Ukraina Pidato di PBB

Lima Hari Referendum, Presiden Ukraina Pidato di PBB

Luhansk, Gatra.com - Referendum lima hari di wilayah pendudukan Russia di Ukraina menghasilkan kemenangan besar untuk pendukung integrasi dengan Russia. Pemungutan suara yang dianggap tidak sah oleh Ukraina dan negara-negara sekutu berlangsung di empat wilayah yaitu Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson yang membentuk sekitar 15 persen teritori Ukraina

Pihak berwenang Luhansk mengatakan 98,4 persen orang di sana telah memilih untuk bergabung dengan Rusia. Di Zaporizhzhia, seorang pejabat yang ditunjuk Rusia menyebutkan angka 93,1 persen. Di Kherson, ketua panitia pemungutan suara mengatakan suara "ya" di atas 87 persen.

Baca juga: Baleg DPR Respon IDI yang Tak Dilibatkan dalam Penyusunan RUU Kesehatan
Denis Pushilin, pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri, mengatakan 99,2 persen peserta di wilayah tersebut telah memilih untuk bergabung dengan Rusia. Di keempat daerah tersebut, para pejabat mengatakan semua surat suara telah dihitung.

Reaksi Ukraina tergambar dari pidato virtual Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy didepan Sidang Umum PBB yang mengadakan sesi terbuka tentang referendum di New York. "Di depan mata seluruh dunia, Rusia melakukan apa yang disebut referendum palsu di wilayah pendudukan Ukraina," kata Zelenskyy. "Orang-orang dipaksa untuk mengisi beberapa dokumen sambil diancam oleh senapan mesin ringan,” tambahnya seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (27/9/2022).

Sekutu Putin Dmitry Medvedev, mantan presiden yang sekarang menjadi wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, memposting pesan perayaan singkat di Telegram. "Referendum sudah selesai," katanya. “Hasilnya jelas. Selamat datang di rumah, di Rusia!”

Pemungutan suara mengikuti referendum serupa yang dilakukan di Krimea setelah Rusia merebut semenanjung itu dari Ukraina pada 2014, ketika para pemimpin yang didukung Moskow menyatakan 97 persen suara untuk bergabung dengan Rusia. Aneksasi tersebut tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia, 3,5 Kg Sabu Disita

Baca juga:  Jawab Hasto, Jubir PKS: Angka Kemiskinan Solo dan Jateng Tinggi, Depok Jauh Lebih Sip, Ini Datanya

Berbicara di TV pemerintah pada hari Selasa, Putin mengatakan pemungutan suara itu untuk melindungi etnis Rusia dan orang-orang berbahasa Rusia dari dugaan penganiayaan. Kyiv telah membantah adanya diskriminasi semacam itu.

“Menyelamatkan orang-orang di semua wilayah di mana referendum ini diadakan adalah hal yang paling penting dalam pikiran kami dan menjadi fokus perhatian seluruh masyarakat dan negara kami,” katanya.

62