Home Regional Tahun 2022, Ekonomi Bali Diproyeksikan Tumbuh Hingga 4,6 Persen

Tahun 2022, Ekonomi Bali Diproyeksikan Tumbuh Hingga 4,6 Persen

Ubud, Gatra.com- Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Gusti Agung Diah Utari optimis pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali hingga akhir tahun 2022 akan tumbuh 3,8% sampai 4,6% yoy dari sebelum 1,4% yoy.

"Pemulihan ini berkat pelonggaran dan salah satunya sudah mulai visa on arrival yang dibuka pada 68 negara," ungkap Utari dalam pelatihan bagi wartawan di Ubud, Bali, Sabtu (1/10).

Menurutnya saat ini okupansi hotel masih dibawah 40% dan masih hotel berbintang yang beroperasi. Demikian halnya dengan penerbangan sudah dibuka hingga 25 penerbangan. "Ini harapan baru wisatawan ke Bali akan tumbuh tinggi. Baca juga: Keren! Sekolah di Bali Ini Masuk Nominasi 3 Besar Sekolah Terbaik Dunia

Sebagai informasi, September 2022 ini kedatangan wisatawan mancanegara mencapai 1,1 juta orang. Adapun wisatawan nusantara menembus 2,7 juta orang.

"Meski masih jauh dari 2019, tapi optimis dengan perhelatan G20 November nanti dan kalender lain sampai Desember 2022, perekonomian Bali meningkat di kuartal III dan kuartal IV," ungkap dia.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Bali triwulan II-2022 tercatat tumbuh sebesar 7,38 persen jika dibandingkan dengan capaian triwulan I-2022 (q-to-q). Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y), ekonomi Bali triwulan II-2022 tercatat tumbuh sebesar 3,04 persen. Baca juga: Kerajinan Tangan Asal Baki Terpilih Jadi Souvenir Resmi KTT G20 di Bali

Sebelumnya di tahun 2020-2021 Bali mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Tahun 2020, ekonomi Bali kontraksi minus 9,31% (yoy) lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang tumbuh positif. 

"Dari pembelajaran ekonomi Bali yang bergantung dari wisata, maka Pemerintah Bali merasa tidak bisa bergantung pariwisata saja, sehingga rentan akan faktor eksternal," katanya.

Desa Panglipuran di Bali salah satu destinasi wisata di Bali. (GATRA/Dok Dinas Proviinsi Bali)

Dalam hal ini, pemerintah daerah telah mengeluarkan konsep ekonomi bali hijau dengan mengusung enam sektor unggulan. Yaitu pertanian dengan sistem pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri IKM/ UMKM dan koperasi, serta ekonomi kreatif dan digital, dan pariwisata berbasis budaya. Baca juga: Road to OLX Autos Indonesia Dorong Wisata Otomotif Bali

150