Home Ekonomi Jokowi Harap Korporasi dan UMKM Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

Jokowi Harap Korporasi dan UMKM Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

Jakarta, Gatra.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan para perusahaan besar dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat berkolaborasi untuk menghadapi tantangan global.

Selain itu, kepala negara dalam acara Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Gedung Smesco, Jakarta, pada awal pekan ini, mengapresiasi sejumlah perusahaan atau korporasi yang memasukkan UMKM ke dalam rantai pasoknya.

Jokowi juga mengapresiasi korporasi atau perusahaan yang terus melakukan pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan level atau kelas UMKM di Tanah Air.

“Seperti madu, biasanya dimasukkan ke botol dan dijual di pasar. Namun dengan packaging yang bagus dan branding produk yang baik maka bisa menaikkan harga jual berkali-kali lipat. Hal-hal dan sentuhan kecil seperti itu yang diharapkan,” katanya dalam keterangan pers diterima pada Selasa (4/10).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Bidang Perekonomian Kadin Indonesia, Franky Oesman Widjaja, menyampaikan, melalui Gerakan Kemitraan Inklusif, perusahaan akan melakukan pendampingan melekat, mulai dari pemberian bibit, pelatihan, praktik, pemasaran, penjualan hingga bantuan permodalan.

Baca Juga: Jokowi Minta Pemerintah-Swasta-UMKM Kompak Hadapi Krisis Dunia

Menurutnya, praktik seperti itu menjadikan pelaku UMKM akan mendapatkan manfaat nyata karena nantinya perusahaan juga akan menjadi offtaker.

Adapun yang menjadi persoalan utama pelaku UMKM saat ini, ujar Franky, adalah akses keuangan, tidak adanya teknologi, marketing dan penjualan hingga packaging yang tidak baik.

Terkait kendala itu, perusahaan akan mendampingi secara melekat, agar pelaku UMKM lebih mudah untuk memasarkan produk, bahkan sebagaian juga bisa untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengunjungi beberapa booth dan berdialog dengan mitra binaan perusahaan, salah satunya booth Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang membina petani madu dan kopi untuk berkembang. Presiden pun mengapresiasi bahwa langkah pembinaan yang dilakukan perusahaan secara nyata berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin, menyampaikan bahwa saat ini pelaku UMKM membutuhkan adanya kemitraan dengan perusahaan. Pendampingan yang diperlukan tidak hanya pada sisi produksi tetapi juga pada akses pasar. Dengan kualitas bagus dan kemasan yang menarik, maka pelaku UMKM akan mendapatkan nilai tambah.

Misalnya, kata Saleh, pengemasan dan branding yang baik akan memberikan nilai tambah terhadap produk milik UMKM. Hal ini akan membuat harga jual pun terkerek naik dan berdampak pada peningkatan omzet dan skala bisnis.

Baca Juga: UU Ciptakerja Dukung Pemberdayaan UMKM

“Selain madu kami itu ada jahe, kopi, dan banyak sekali yang lainnya. Selama ini kami ada program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang sudah berjalan. Kami berharap ke depannya beberapa produk binaan malah akan diekspor ke negara tetangga, misal Singapore atau Malaysia,” ujarnya.

Saleh mengungkapkan, petani madu yang menjadi UMKM binaan pihaknya di Jambi, produksinya sudah mencapai 38 ton per bulan. “Kalau tanpa kemasan baik [dijual] Rp30 ribu tetapi dengan pengemasan yang baik, itu dijual Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Jadi nilai jual per bulannya bisa mencapai Rp200 juta,” katanya.

Febri, petani madu binaan Sinar Mas, menyampaikan, ia bersama pemuda di desanya diberdayakan melalui program pelatihan hingga bantuan modal. Saat ini, ia mampu memproduksi sedikitnya 500 kilogram madu setiap bulannya.

Menurut Febri, secara keseluruhan, ada 593 kepala kelurga yang ikut serta dalam program pembinaan hingga mampu memproduksi 38 ton madu yang sebagiannya diharapkan bisa diekspor.

"Pendampingannya pelatihan dari mulai pengemasan madu, cara penjualan, dan digital marketing semuanya dibantu perusahaaan, permodalan dibantu sebagian. Modal kami Rp50 juta sebagiannya dibantu perusahaan juga,” ujarnya.

50