Home Teknologi Amar Bank Ungkap Cara HIndari Pencurian Data

Amar Bank Ungkap Cara HIndari Pencurian Data

Jakarta, Gatra.com-Chief Technology Officer Amar Bank Kevin Kane menyebut uang elektronik kerap jadi sasaran para pencuri data. Untuk terhindar dari upaya kejahatan tersebut, menjaga kerahasiaan kode OTP menjadi salah satu kunci.

“Instead of isu security hacker, itu lebih ke social engineering namanya,” tegas Kevin.

Baca jugaPengguna Internet Indonesia Cenderung Tak Atur Akses Data ...

Social engineering itu perawatannya beda. Pertama-tama, terdapat security awareness ke customer, bahwa OTP itu tidak diberikan untuk orang yang tidak dikenal. PIN itu milik pelanggan sendiri dan memang lebih sulit mengedukasinya. Ia akui ini terdengar sepele, namun edukasi sangat penting dibanding harus mengimplementasikan sistem yang baru. 

“Tapi kita put another measurement lagi atau prevention lagi diluar itu ialah dengan contoh. Kalau misalnya dia, kita lihat ada beberapa kali ganti PIN salah, itu akan kita block,” ujarnya.

Baca jugaBegini Cara Kebocoran Data Terjadi. Waspada! | Teknologi

Nah, jika pelanggan ingin mengganti handphone, yang diganti tidak hanya nomor telepon. Namun juga mengganti email. Dari hal ini, Amar Bank akan minta pelanggan untuk kembali melakukan e-KYC. e-KYC atau Electronic Know Your Customer merupakan skema transformasi digital dari KYC Konvensional. KYC sendiri meripakan proses identifikasi, verifikasi, dan pemantauan transaksi nasabah oleh penyedia jasa keuangan, salah satunya bank. Tujuannya, menghindari penipuan atau penggelapan uang. Meskipun diakuinya proses ini cukup rumit, tapi penting untuk memastikan keamanan data pelanggan. 

Dari sisi regulator, pencurian data bisa ditanggulangi dengan mengadopsi teknologi digital dalam mengeloloa perusahaan (digital governance) bagi pelaku usaha jasa keuangan saat melakukan transformasi digital. Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena menilai, digitalisasi tanpa proses tata kelola yang baik tidak memberi manfaat. Justru, menimbulkan kerugian. 

Baca juga Hati-hati Skimming, Pelakunya Warga Negara Estonia ...

"Terjadinya berbagai kasus di industri keuangan seperti pencurian data, penyalahgunaan data, pemalsuan transaksi dan kasus kejahatan lain timbil akibat tidak ada tata kelola yang baik," ungkapnya dalam seminar daring, beberapa waktu lalu. Dengan tata kelola yang baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku akan menarik minat investor. Di sisi lain, menjamin hak digital konsumen terpenuhi. 

85