Home Kesehatan Ini Penjelasan Dokter soal Pengobatan DME dengan Studi VIVID-VISTA

Ini Penjelasan Dokter soal Pengobatan DME dengan Studi VIVID-VISTA

Jakarta, Gatra.com – Dokter Spesialis Mata dr. Elvioza menjelaskan bagaimana pengobatan Diabetik Macular Edema (DME) dengan studi VIVID-VISTA.

“Penelitian VIVID dan VISTA memberikan bukti bahwa pengobatan yang intensif untuk DME memberikan manfaat yang lebih baik. Penelitian VIVID dan VISTA menggunakan injeksi dibandingkan dengan pengobatan dengan laser,” katanya dalam Virtual Media Briefing “World Sight Day 2022: Hindari, Cegah, dan Kontrol Komplikasi Mata pada Pasien Diabetes Melitus” Selasa (11/10).

Baca Juga: Mengenal Retinopati Diabetika, Penyakit Komplikasi Diabetes Melitus

Studi VIVID dan VISTA menilai, efikasi aflibercept dibandingkan laser pada pasien dengan gangguan penglihatan karena DME. Selama studi berlangsung, percobaannya acak, multicenter, dan double-masked pada pasien dengan DME yang signifikan secara klinis dengan keterlibatan sentral dan BCVA 73–24 huruf ETDRS (perkiraan setara Snellen: 20/40 hingga 20/320).

Percobaan acak, multicenter, dan double-masked pada pasien dengan DME yang signifikan secara klinis dengan keterlibatan sentral dan BCVA 73–24 huruf ETDRS (perkiraan setara Snellen: 20/40 hingga 20/320).

Pasien yang diacak perbandingannya 1:1:1. Model pengobatannya menggunakan laser photocoagulation (focal or grid) dengan jumlah VIVID: n=132 dan VISTA: n=154, Aflibercept 2q4 (dosis setiap bulan) dengan jumlah VIVID: n=136 dan VISTA: n=154 dan Aflibercept 2q8 (dosis setiap 2 bulan setelah loading dose 5 kali) dengan jumlah VIVID: n=135 dan VISTA: n=151.

Selanjutnya di pekan ke-52, perubahan rata-rata dalam BCVA dari baseline dan perawatan dilanjutkan hingga pekan ke-148 (tahun ketiga).

Peningkatan penglihatan yang cepat dicapai dengan pengobatan aflibercept dini dan intensif pada tahun pertama dipertahankan selama 148 pekan, dengan suntikan yang lebih sedikit di tahun kedua dan tiga. Selanjutnya, terdapat loading dose pada awal terapi dengan rerata perubahan BCVA sampai pekan ke-52.

Baca Juga: Hari Penglihatan Sedunia, Angka Kebutaan di Indonesia Masih Tinggi

Pasien di kedua studi memperoleh >5 huruf (1 garis penglihatan), rata-rata, setelah injeksi pertama. Pasien di kedua studi memperoleh >9 huruf (sekitar 2 garis penglihatan), rata-rata, setelah 5 loading dose bulanan. Pada tujuan akhir primer pekan 52, pasien di kedua studi yang menerima aflibercept memperoleh rata- rata >10 huruf dari baseline.

Loading dose dan kepatuhan akan mempertahankan peningkatan penglihatan yang sudah dicapai dan mengurangi jumlah suntikan di tahun-tahun berikutnya.

102