Home Sumbagsel Pilakdes di Ogan Ilir Ricuh, Kotak Suara Dirusak dan Berujung Penusukan

Pilakdes di Ogan Ilir Ricuh, Kotak Suara Dirusak dan Berujung Penusukan

Ogan Ilir, Gatra.com -Situasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu (15/10/2022) berlangsung ricuh dan menegangkan. Pasalnya ada dua aksi penusukan yang terjadi di dua desa berbeda.

Aksi penusukan pertama terjadi antar sesama panitia Pilkades di Desa Serijabo, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir. Diketahui penusukan ini karena ada dendam pribadi antara pelaku dan korban. Korban pun mengalami luka tusuk di bagian perut, namun kini kondisinya sudah pulih.

Kemudian aksi penusukan juga terjadi desa Kelampaian, Kecamatan Rantau Alai. Dimana keributan terjadi antar pendukung calon Kades nomor urut 1 Deni Iriansyah dengan pendukung calon Kades nomor urut 2 bernama Ihsan.

Baca jugaKemenparekraf Berikan Kapal Wisata untuk Desa Burai di Ogan Ilir

Akibatnya dua pendukung melakukan pengerusakan kotak suara dan juga pendukung yang kalah melakukan penusukan terhadap pendukung calon Kades yang menang.

Dampak peristiwa ini, proses pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kecamatan Rantau Alai untuk Desa Kelampaian terpaksa ditunda

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman memastikan situasi di kedua desa tersebut kini kondusif. "Untuk saat ini sudah kondusif, alhamdulillah," ujarnya Senin (17/10/2022).

Andi mengungkapkan, pelaku penusukan di Serijabo telah diamankan polisi untuk diproses lebih lanjut.

Baca juga: Tak Jelas! Pilkades Desa Sido Rukun Terancam Kisruh

Polsek Tanjung Raja yang juga membawahi wilayah hukum Sungai Pinang, sedang menangani perkara ini. "Penusukan di Serijabo itu motifnya dendam pribadi. Tapi kebetulan kejadiannya saat Pilkades," ungkap Andi.

Sementara perkara penusukan di Kelampaian masih diselidiki oleh polisi dan akan segera diproses jika ada yang melapor. "Akan diproses bila ada atau masuk laporan korban atau pihak yang dirugikan," kata Andi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ogan Ilir, Akhmad Lutfi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan saat Pilkades. Khususnya yang terjadi di Kelampaian, karena berkaitan langsung dengan proses penghitungan suara.

"Kalau yang di Kelampaian itu, yang kami dengar memang ada konflik. Sehingga proses penghitungan suara dialihkan dari desa ke kantor Kecamatan Rantau Alai," terangnya.

Dia memastikan, proses rekapitulasi suara tak terganggu dan kini logistik Pilkades sudah dikembalikan ke Dinas PMD Ogan Ilir.

"Logistik semuanya sudah sampai di kantor PMD Minggu pagi pukul 03.40 WIB . Artinya kan semuanya, termasuk dari Kelampaian sudah masuk dan tidak ada hambatan," terangnya.

132