Home Ekonomi Hadapi Inflasi 2023, Sinar Mas: Indonesia Harus Hati-hati dan Waspada

Hadapi Inflasi 2023, Sinar Mas: Indonesia Harus Hati-hati dan Waspada

Jakarta, Gatra.com – Sinar Mas Board Member, Franky O. Widjaja menyatakan bahwa pertumbuhan fundamental dalam perekonomian global saat ini sedang terjadi, dari yang bisa diprediksi dan dikalkulasi sampai yang susah, seperti saat ini, mengingat angka ketidakastian yang sangat tinggi. Hal itu membuat keadaan sulit sehingga semua negara mulai hati-hati dan waspada.

“Apalagi akibat perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan krisis pangan, finansial, dan energi yang berdampak pada perlambatan ekonomi dan resesi di 2023,” katanya dalam webinar secara daring 100 tahun Eka Tjipta Widjaja; Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Inflasi Global, Jakarta, Senin (17/10).

Franky mengapresiasi pemerintah dibawah pemerintahan Presiden RI Joko Widodo yang telah konsisten melakukan kebijakan program pemulihan ekonomi nasional diberbagai sektor, dengan mendepankan keseimbangan kesehatan dan ekonomi yang cepat dan tepat.

Baca Juga: Sinar Mas Manfaatkan Teknologi Dukung Produksi Berkelanjutan

“Kita patut bersyukur karena di tengah situasi ketidakpastian yang tinggi perekonomian Indonesia mampu tumbuh mencapai 5,44% di quartal kedua tahun ini” katanya.

“Ini merupakan pertumbuhan ekonomi terbai kedua, tingkat inflasi cukup terkendali di angka 5,9% setelah kenaikan harga BBM. Bila dibandingkan negara lainnya seperti Turki 79,6%, Rusia 15,1%, Uni Eropa 9,1% dan Amerika Serikat mencapai 8,5%,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Franky kebijakan yang cepat dan tepat antara lain seperti pemberian bantuan sosial yang merupakan kompensasi dan subsidi kepada masyarakat sebesar 502,6 triliun, telah meningkatkan daya beli atau tingkat konsumsi masyarakat dan juga kebijakan belanja pemerintah dan BUMN sebesar 960 triliun. Itu difokuskan pada pembelian produk dalam negeri yang mendorong peningkatan produksi UMKM nasional.

Baca Juga: Jokowi Harap Korporasi dan UMKM Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

“Ada juga kebijakan yang mendorong kolaborasi usaha kecil dan menengah dengan perusahaan besar, dimana semua kompak dan bersinergi serta bergotong royong untuk menaikkan kelas UMKM yang berdaya saing di global,” ujarnya.

“Semangat gotong royong yang sama berhasil dalam penanganan pandemi covid-19 yang telah mengakselerasi proses percepatan vaksin nasional. Kami percaya bahwa kunci menghadapi ketidakpastian yang tinggi dan tantangan yang tidak mudah adalah sikap optimis serta kehati-hatian dan kewaspadaan.” ujarnya. 

225