Home Kesehatan Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Meningkat, Kemenkes: Tidak Terkait Covid-19

Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Meningkat, Kemenkes: Tidak Terkait Covid-19

Jakarta, Gatra.com - Juru bicara (jubir) Kementerian Kesehatan, Syahril menyatakan bahwa dari hasil penelusuran Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum ditemukan bukti adanya hubungan kasus gagal ginjal akut dengan vaksin Covid-19 ataupun infeksi Covid-19.

"Berita di Medsos diselidiki, dilakukan pemeriksaan dan tidak ada kaitannya dengan Covid-19," kata Syahril dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (19/10).

Syahril menyebut kasus gagal ginjal akut pada anak meningkat signifikan. Kebanyakan menyerang usia kurang dari 6 tahun atau bahkan anak balita (bawah lima tahun). 

Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Misterius pada Anak Bertambah, Kenali Gejala Ini untuk Antisipasi

Laporan yang diterima Kemenkes, hingga 18 Oktober 2022 tercatat 206 kasus gagal ginjal akut dilaporkan dari 20 provinsi. Adapun tingkat kematian mencapai 99 kasus atau sebesar 48 persen.

"Kemenkes dan IDAI telah menerima laporan peningkatan kasus gangguan ginjal akut progressive atypical (Atypical Progressive Acute) yang tajam pada anak, khususnya di bahwa usia 5 tahun," ungkap Syahril.

Baca Juga: Hati-hati! Dua Penyakit Ini Sebabkan Gagal Ginjal

Ia mengatakan, angka kematian pasien yang dirawat di RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang dijadikan rumah sakit rujukan telah mencapai 65 persen. 

Padahal sebelumnya, menurut Syahril frekuensi kasus gangguan ginjal akut pada anak terjadi tidak masiv, hanya sekitar 1 atau 2 kasus setiap bulan.

"Dari Januari hingga pertengahan Agustus 2022, kasus hanya sedikit, namun melonjak sejak akhir Agustus," ujarnya.

Baca Juga: Lima Anak di DIY Meninggal karena Penyakit Ginjal Misterius, Waspadai Jika Balita Susah Pipis

Syahril mengatakan pemerintah dalam hal ini Kemenkes, BPOM, IDAI, ahli epidemiologi dan ahli farmakologi, serta pusat lab forensik akan terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan ginjal akut pada anak. 

Selain itu, Kemenkes juga mengimbau agar seluruh fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas, RS, Dinkes di daerah melakukan surveilance untuk memberikan laporan secara langsung kepada Kemenkes soal pendataan secara nasional.

65