Home Kesehatan Menteri Kesehatan Sebut Peningkatan Kasus Ginjal Pada Anak Terjadi Sejak Agustus

Menteri Kesehatan Sebut Peningkatan Kasus Ginjal Pada Anak Terjadi Sejak Agustus

Jakarta, Gatra.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menhatakan bahwa saat ini ada 241 kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak (GGAPA) yang terjadi di Indonesia. Dari total kasus, sejumlah 133 kematian atau 55% sudah terjadi.

"Terjadi peningkatan mulai Agustus. Sebenarnya, penyakit ini selalu terjadi tapi jumlahnya kecil, tidak pernah tinggi. Mulai ada lonjakan di bulan Agustus," jelasnya dalam konferensi pers yang digelar secara hybrid, Jumat (21/10).

Total ada 241 penderita GGAPA yang menyebar di 22 provinsi. Di bulan-bulan sebelum Agustus, Budi menjelaskan bahwa penyakit ini menyebabkan jumlah kematian satu atau dua orang. Namun di Agustus, terjadi kenaikan kasus hingga jumlahnya mencapai 36 kasus. Ini mendorong pihaknya melakukan penelitian untuk mencari sebab kenaikan kasus.

Baca juga: Pemerintah Didesak Transparan Dalam Penanganan Obat Sirup Berbahaya

Sejak September, penelitian oleh pihak Kemkes dilakukan. Ia menuturkan bahwa pada awalnya, Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengira penyakit ini berkaitan dengan virus penyebab Covid-19. Namun setelah diteliti, ternyata penyebabnya bukan karena virus.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa penelitian selanjutnya dilakukan dengan mengecek apakah penyebabnya berasal dari patogen lain. Setelah melakukan tes, ternyata tidak ditemukan kesesuaian penyebab.

Pasca-pihak World Health Organisation (WHO) mengeluarkan pengumuman bahwa terjadi kasus GGAPA di Gambia yang disebabkan senyawa kimia, pihak Kemkes langsung melakukan tes. Setelah ditelusuri, ditemukan adanya senyawa Etilen Glikol di dalam tubuh pasien.

Baca jugaBPOM Rilis 5 Produk dengan Etilen Glikol Melebihi Ambang Batas, Ini Daftar Mereknya

Budi menjelaskan bahwa pada dasarnya, senyawa ini tidak muncul secara langsung dalam bahan baku. Namun, senyawa ini muncul sebagai cemaran dalam penggunaan bahan baku pelarut dalam obat sirup.

"Dugaan di bulan September bahwa penyakit disebabkan patogen ternyata kurang tepat. Pasien yang ada di RSCM kita tes. Dari 11 anak, 7 diantaranya positif memiliki senyawa berbahaya tadi. Maka, penyakit ini disebabkan senyawa kimia," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa ketika Etilen Glikol masuk ke tubuh manusia, saat tubuh melakukan metabolisme, maka senyawa ini mengubah sel menjadi asam oksalat.

"Asam oksalat kalau masuk ke ginjal jadi kalsium oksalat. Bentuknya kristal kecil tajam. Kalau ada itu di ginjal, maka ginjal bisa rusak," ujarnya

67