Home Kesehatan Kenaikan Diabetes Melitus Akibat Kurangnya Pencegahan

Kenaikan Diabetes Melitus Akibat Kurangnya Pencegahan

Jakarta, Gatra.com - Kasus diabetes melitus di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Salah satunya yang menjadi penyebab utama adalah tidak adanya pencegahan faktor risiko sehingga penyakit berkembang menjadi diabetes melitus.

Dokter anggota Himpunan Studi Obesitas Indonesia Dicky Tahapary menjelaskan, Kasus diabetes di Indonesia 86% diantaranya tidak terdiagnosis. Dari semua yang terdiagnosis, diketahui sebanyak 70% diantaranya tidak terkontrol. "Yang menarik, 1/4 dari penderita berusia di bawah 45 tahun," ujarnya dalam diskusi yang digelar Kementerian Kesehatan secara daring, Senin (14/11).

Baca JugaGenjot Vaksinasi Booster Ditengah Kemunculan Subvarian Omicron XBB

Dicky menjabarkan bahwa diabetes melitus tidak tiba-tiba terjadi melainkan melalui tahapan atau tanda-tanda gejala penderita. Pada tahap awal, identifikasi kelompok dengan faktor risiko menjadi hal pertama yang harus diketahui. Kelompok dengan faktor risiko cenderung memiliki potensi terkena diabetes lebih tinggi dari yang tidak memiliki faktor risiko.

Identifikasi kelompok ini bisa dilihat melalui riwayat keluarga yang terkena diabetes, obesitas, darah tinggi, serta penderita dyslipedemia. Kelompok ini bisa mengalami resistensi insulin. Bila tidak ditangani, maka pasien bisa masuk ke tahap pre-diabetes gula darah. "Gula darahnya sudah cukup tinggi, tapi belum masuk tahap diabetes," ucapnya.

Pada tahap diabetes awal, penderita biasanya tidak mengalami komplikasi. Sementara, tahap lanjutannya adalah penderita yang mengalami komplikasi. Hal ini disebut mid-stage diabetes. Komplikasi ini memicu datangnya penyakit lain yang mempengaruhi kondisi tubuh.

Baca JugaPentingnya Jaga Kesehatan Anak Sejak Dini

Tahap akhir penderita diabetes adalah advance stage diabetes atau penderita dengan komplikasi tingkat akhir. Biasanya, penderita mengalami komplikasi yang tidak mudah ditangani. "Jika tidak dikelola dengan baik, akan timbul komplikasi dan bisa sampai komplikasi akhir seperti cuci darah, pasang ring jantung, dan sebagainya," paparnya.

Proses seseorang terkena diabetes bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Dicky menegaskan bahwa mengenali diabetes sedini mungkin diperlukan agar tidak sampai pada stadium akhir.  "Di Indonesia karena tidak terdiagnosis sedini mungkin, dan banyak terjadi pada usia muda, akibatnya menyebabkan komplikasi yang begitu banyak. Ini tugas kita bersama untuk bisa mengenali faktor risiko dan mencegahnya," ujarnya.

139