Home Hukum Diminta Tunjukan Surat Izin Menggunakan Senjata, Saksi Sebut Bharada E Malah Kebingungan

Diminta Tunjukan Surat Izin Menggunakan Senjata, Saksi Sebut Bharada E Malah Kebingungan

Jakarta, Gatra.com- Mantan Kabag Gakkum Provost Divisi Propam Polri Kombes Susanto Haris menyebut Richard Eliezer alias Bharada E sempat kebingungan ketika Susanto memintanya untuk menunjukkan Surat Izin Membawa dan Menggunakan Senjata (SIMSA) miliknya. Sebab, Bharada E justru memberikan Susanto KTP dan KTA-nya saat dimintai demikian.

"Kami tanyakan ke Richard, mana surat izin senjatanya. Dikeluarkan KTP dan KTA. Kemudian saya jawab, 'Bukan, yang saya tanyakan surat izin menggunakan senjata api'," ujar Susanto, saat bersaksi dalam persidangan Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf, di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11).

Tak hanya itu, Susanto juga mengungkapkan bahwa ia sempat heran dengan SIMSA Bharada E, yang tidak mencantumkan foto pada lembarannya.

"Saya lihat, 'Kok tidak ada fotonya?'. Kemudian, saya lihat masa berlaku sampai tanggal 24 desember 2022," jelasnya.

Susanto pun membalik SIMSA tersebut untuk mencocokan nomor seri senjata dengan surat izinnya. Ia menguraikan bahwa dalam surat tersebut, tertera nomor seri NPY8519, dengan keterangan kepemilikan senjata jenis Glock-17. Setelahnya, ia pun melaporkan kepada Eks Karo Provost Benny Ali, bahwa nomor seri pada senjata dan SIMSA Bharada E sama.

"Kemudian, saya lapor Pak Karo Provost, 'Mohon izin ndan nomor simsa dan senjata sama'," jelasnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan kepemilikan SIMSA itu dilakukan sebelum Susanto melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada senjata api yang sebelumnya digunakan Bharada E untuk menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pemeriksaan amunisi itu pun lalu dilakukan dengan disaksikan sejumlah anggota Polri lainnya, seperti Karo Provost Benny Ali, Kasat Reskrim Ridwan Soplanit, Kanit 1 Satreskrim Rifaizal Samual, dan penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan.

"Untuk Glock, (sisa) 12. Enggak (tanya peluru sebelumnya). Kami hanya menghitung jumlah sisa," ujar Susanto.

Ia juga mengaku tak menanyakan lebih lanjut kepada Bharada E, mengenai jumlah tembakan yang ia lepaskan pada saat itu. Pasalnya, mereka fokus untuk memeriksa senjata api yang Bharada E gunakan itu.

"Enggak sampai (tanya berapa kali tembak), karena fokus kami senjata inventaris dinas yang kami periksa," tuturnya.

33