Home Hukum Kesaksian Lengkap Bharada E Sebelum Penembakan Brigadir J

Kesaksian Lengkap Bharada E Sebelum Penembakan Brigadir J

Jakarta, Gatra.com - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E yang dianggap salah satu eksekutor Brigadir J, menjelaskan proses terjadinya peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7) silam.

Bharada E menyatakan, ia sebelumnya menerima perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J, karena ajudan Sambo itu telah melecehkan Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah. Menurut Bharada E, Sambo tidak ingin melakukan sendiri, dan meminta Bharada E melakukannya.

Dalam kesaksian Bharada E, perintah penembakan itu diungkapkan Sambo di ruang keluarga kediaman pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. Perintah itu pun didengar Putri Candrawathi yang duduk di samping Sambo.

Baca Juga: Bharada E Sebut Dirinya dan Ferdy Sambo Yang Jadi Penembak Brigadir J

Setelah mendengar perintah itu, Bharada E berangkat ke rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ia berangkat bersama dengan Putri, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal, dan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Bharada E mengatakan, pada saat masuk ke dalam rumah dinas Ferdy Sambo, ia melihat Kuat Ma'ruf mengantar tas Putri ke kamarnya. Ia kemudian naik ke lantai dua rumah tersebut, dan bahkan sempat berdoa sebelum peristiwa penembakan itu. Ia mengaku memikirkan peristiwa penembakan yang sebentar lagi terjadi.

"Saya dan Om Kuat antar tas Ibu ke depan kamar. Sampai depan kamar, saya langsung naik ke lantai 2. Saya rada takut pada saat itu Yang Mulia. Saya naik lantai 2 kan ada tembusan kamar, dalam pikiran saya, 'Wah, sudah mau terjadi nih' (penembakan)," ungkap Bharada E, dalam sidang pemeriksaan saksi, di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Ia mengatakan, tak lama setelah kejadian, sempat mendengar ada suara Ferdy Sambo di lantai bawah. Suara itu pun membuatnya segera turun ke bawah, hingga ia bertemu dengan mantan Kadiv Propam yang sudah mengenakan sarung tangan hitam ketika tiba di ujung tangga.

"Saya turun ke bawah, sampai di ujung tangga, Pak FS di situ, dia sudah memakai sarung tangan, Yang Mulia. Sarung tangan karet warna hitam," ujarnya.

Menurut Bharada E, saat itu, Ferdy Sambo menanyakan soal isi senjata. Ia pun menjawab dengan mengatakan bahwa senjatanya belum diisi.

Baca Juga: Bharada E Ungkap Perintah Sambo Soal Skenario Tembak-menembak

"Dia (FS) tanya ke saya, 'Sudah kau isi senjatamu?' 'Siap belum, Ndan' jawab saya. (Sambo bilang), 'Kau isi'. Isi situ artinya kokang," ungkapnya.

Setelah itu, Bharada E pun segera mengeluarkan senjatanya, sebelum akhirnya ia kokang dan ia letakkan kembali di pinggangnya. Setelah itu, ia berjalan ke samping meja, hingga tak lama setelahnya, Brigadir J masuk bersama dengan Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di belakangnya.

"Itu masuk, itu FS langsung lihat ke belakang, (lalu bilang), 'Sini kamu'. Langsung pegang lehernya, habis pegang leher, (Dia bilang), 'Ke sini, berlutut kamu, berlutut'. Disuruh berlutut, 'Hei, kau berlutut!'" ungkapnya.

"Terus melirik ke saya 'Woy, kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat kau tembak!' Saya langsung keluarkan senjata, langsung saya tembak," jelasnya.

Bharada E mengatakan, tembakan itu ia lesakkan dari jarak sekitar 2 meter. Ia juga mengaku telah melontarkan tiga sampai empat kali tembakan pada Brigadir J, meski ia mengaku tak dapat menjelaskan secara detail arah melesatnya tembakan tersebut. Ia juga mengaku memejamkan mata saat melesatkan tembakan yang pertama.

Baca Juga: Bharada E Tembak Brigadir J Sebanyak Empat Kali

"Saya sempat tutup mata pas pertama kali penembakan pertama. Jadi pada saat didorong itu, korban sempat bilang begini, 'Eh Pak, kenapa Pak? Ada apa, Pak?' Tangannya (Brigadir J) di depan, (bilang), 'Ada apa, Pak?'," ungkapnya lagi.

Brigadir J pun menurunkan posisi badannya, namun tidak sampai berjongkok. Bharada E mengaku, dapat melihat korban yang posisinya berhadapan dengan dirinya pada saat penembakan.

Setelah korban tertembak, korban pun terjatuh. Namun, Brigadir J sempat berteriak menggeram kesakitan.

"Habis Almarhum jatuh, FS ini langsung maju. Saya lihat dia pegang senjata, dia kokang senjata dia tembak ke arah Almarhum," kata Bharada E.

Ia mengaku tak ingat lagi berapa kali Sambo menembak Brigadir J. Yang dia ingat bahwa penembakan itu dilakukan Sambo dalam posisi berdiri. Menurutnya, setelah tembakan Sambo itu, barulah Brigadir J tak lagi mengeluarkan suara.

123