Home Lingkungan Pengembangan Industri Minerba Kudu Perhatikan Dampak Bagi Masyarakat Setempat

Pengembangan Industri Minerba Kudu Perhatikan Dampak Bagi Masyarakat Setempat

Jakarta, Gatra.com - Proses transisi energi di Indonesia menjadi hal yang harus dilalui dalam menuju tatanan energi bersih. Namun, menurut Direktur Lokatara Foundation, Irwan Nurdin, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.

"Apa yang harus diubah? Sekarang ini, industri smelter mengakibatkan perluasan di tingkat tapak. Maka kita harus melihat bahwa usaha tersebut harus dihitung apa dampaknya terhadap masyarakat sekitar, kebebasannya dan pemerintah lokalnya," papar Irwan dalam diskusi bertajuk "Refleksi Agenda Transisi Energi Berkeadilan dalam Kebijakan Rantai Nilai Mineral Indonesia", Rabu (21/12).

Irwan mengatakan bahwa nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat tapak di wilayah terkait sangat besar dan tak ternilai. Karena itu, menurutnya, tekanan dari industri yang kerap berperilaku buruk di lapangan harus diubah. 

Hal itu berkaitan dengan cara-cara perusahaan menjalankan operasionalnya, termasuk dalam menyikapi bentuk kritis masyarakat dalam menyuarakan penolakan pembangunan yang membawa dampak negatif ke masyarakat sekitar. "Cara semacam itu sangat berimplikasi dengan apa yang disebut dengan ancaman terhadap hak asasi manusia," ujar Irwan.

Selain itu, Irwan menekankan pentingnya hasil dan manfaat yang mesti dirasakan oleh masyarakat setempat, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat adat, bahwa ekspansi yang dilakukan harus mampu membawa manfaat bagi sekitar.

Sementara itu, Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Eksekutif National WALHI, Parid Ridwanuddin menjelaskan bahwa konsep ekonomi nusantara perlu dipertimbangkan dalam menghadapi situasi ini.

Konsep itu digunakan untuk menggambarkan praktik dan pengetahuan masyarakat lokal Indonesia yang menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan alam secara setara. "Salah satu indikator ekonomi nusantara adalah berdimensi pembalikan dan pemulihan krisis sosial-ekologis," ucap Parid.

Hal ini berkaitan dengan bagaimana sistem ekonomi yang dijalankan masyarakat daerah terkait tersambung dengan gerakan sosial dalam upaya pemulihan lingkungan. Menurut Parid, ekonomi nusantara juga mampu mengelola ekonomi yang terbukti tidak merusak, manusiawi, serta berbasis pengetahuan kearifan lokal.

Parid menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam membangun ekonominya sendiri harus menjadi perhatian. Sebab, dalam kasus ekspansi dan perluasan wilayah industri, masyarakat menjadi yang paling terdampak. Karena itu, pengelolaan ekonomi yang melibatkan masyarakat demi menjaga keseimbangan alam perlu diterapkan.

43